Ekonom: Sanksi AS ke Rusia Tidak Ganggu Prospek Perekonomian

    Angga Bratadharma - 19 April 2021 07:44 WIB
    Ekonom: Sanksi AS ke Rusia Tidak Ganggu Prospek Perekonomian
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Mladen Antonov



    Washington: Pemberian sanksi dari Amerika Serikat (AS) kepada Rusia sebagian besar bersifat simbolis dan dampaknya dinilai minim terhadap pasar dan prospek makroekonomi. Adapun sanksi diberikan karena Pemerintahan Joe Biden salah satunya menuduh Moskow ikut campur tangan dalam pemilu di 2020.

    Selain itu, Pemerintahan Presiden Joe Biden juga menuduh Rusia melakukan serangan di dunia maya secara besar-besaran terhadap Pemerintah AS dan jaringan perusahaan, pencaplokan dan pendudukan ilegal Krimea Ukraina, dan pelanggaran hak asasi manusia.






    Sanksi menargetkan 16 entitas dan 16 individu yang dituduh berusaha memengaruhi Pemilihan Presiden AS di 2020, bersama dengan lima individu dan tiga entitas yang terkait dengan aneksasi Krimea, dan mengusir 10 diplomat Rusia dari AS.

    Washington juga memberlakukan sanksi pada obligasi Pemerintah Rusia yang baru diterbitkan, yang menyebabkan sedikit aksi jual pada rubel Rusia dan obligasi pemerintah. Langkah tersebut mencegah lembaga keuangan AS berpartisipasi di pasar utama untuk utang dalam mata uang rubel dan non-rubel setelah 14 Juni.

    Namun, para ekonom memperkirakan tidak ada dampak nyata dari sanksi yang diberikan oleh AS kepada Rusia. "Putaran terakhir sanksi AS sebagian besar merupakan latihan simbolis," kata Direktur Prakiraan Global The Economist Intelligence Unit Agathe Demarais, dilansir dari CNBC International, Senin, 19 April 2021.

    "Sanksi terhadap individu dan perusahaan Rusia tidak relevan, karena orang dan perusahaan ini tidak memiliki hubungan dengan AS dan mungkin tidak berniat untuk menggunakan dolar AS atau memiliki rekening bank di AS," tambahnya.

    Demarais menambahkan sanksi terhadap utang negara tidak seketat reaksi pasar awal, karena mereka hanya menargetkan pasar utang primer dan oleh karena itu dapat dengan mudah dielakkan melalui pasar sekunder. Pasar primer dalam hal ini mengacu pada sekuritas utang Rusia yang dibuat dan ditawarkan kepada publik untuk pertama kalinya.

    Sedangkan pasar sekunder adalah tempat sekuritas tersebut diperdagangkan di antara investor. "Pilihan kebijakan ini berarti bahwa Pemerintah AS berhati-hati untuk tidak merugikan investor AS, yang memiliki miliaran dalam utang negara Rusia," kata Demarais.

    Kepala Ekonom BCS Global Markets Vladimir Tikhomirov, yang berbasis di Moskow, mengatakan beberapa investor merasa lega dengan penghapusan ketidakpastian dan sanksi yang cukup sederhana, yang mengurangi tingkat keseluruhan risiko investasi terkait Rusia.

    Tikhomirov mengatakan larangan utang negara adalah yang paling signifikan dari langkah-langkah baru tersebut, tetapi dampaknya masih terbatas. Ekonom Pasar Berkembang Capital Economics Liam Peach setuju bahwa dampak buruk akan terbatas kecuali sanksi diperpanjang untuk semua utang negara, atau Rusia meluncurkan pembalasan agresif.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id