Fed Pertahankan Suku Bunga di Tengah Covid-19

    Angga Bratadharma - 30 April 2020 07:26 WIB
    Fed Pertahankan Suku Bunga di Tengah Covid-19
    Ketua The Fed Jerome Powell. FOTO: SAUL LOEB/AFP
    Washington: Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol persen. Keputusan itu diambil karena penyebaran covid-19 terus meluas di seluruh negeri dan memberikan tekanan cukup dalam terhadap aktivitas ekonomi.

    "Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat, serta menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata the Fed dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 April 2020.

    Setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, the Fed menambahkan, komite pembuat kebijakan the Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk tingkat dana federal pada level 0-0,25 persen. Keputusan ini diharapkan memberi efek positif terhadap perekonomian AS.

    "Komite mengharapkan untuk mempertahankan kisaran target ini sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan tujuan stabilitas harga," kata bank sentral AS.

    The Fed mencatat virus korona dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi kesehatan masyarakat mendorong penurunan tajam dalam kegiatan ekonomi dan kehilangan lonjakan pada data pekerjaan, yang juga secara signifikan memengaruhi kondisi keuangan.

    Untuk mendukung aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis, Fed akan terus membeli surat berharga yang didukung hipotek dalam jumlah yang dibutuhkan. Hal itu untuk mendukung kelancaran fungsi pasar, sehingga mendorong transmisi kebijakan moneter yang efektif ke kondisi keuangan yang lebih luas.

    Pernyataan the Fed muncul setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari sebelumnya bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS di kuartal pertama tercatat pada tingkat tahunan 4,8 persen, penurunan kuartalan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

    "Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi kemungkinan akan turun pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal kedua. Kedalaman dan lamanya penurunan ekonomi sangat tidak pasti dan akan sangat tergantung pada seberapa cepat virus dikendalikan," ungkap Ketua the Fed Jerome Powell dalam sebuah konferensi pers.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id