comscore

Sistem Keuangan Pembangunan Global Butuh Reformasi Mendesak

Angga Bratadharma - 29 April 2022 10:04 WIB
Sistem Keuangan Pembangunan Global Butuh Reformasi Mendesak
Ilustrasi. FOTO: RBS
Washington: Kelompok publik dan swasta besar mengatakan sistem keuangan pembangunan global membutuhkan reformasi mendesak dan lebih banyak modal swasta untuk mengatasi berbagai krisis yang tumpang tindih yang mendorong 250 juta orang kembali ke dalam kemiskinan ekstrem. Hal itu penting guna menjaga agar ekonomi tidak jatuh saat risiko muncul.

Pernyataan yang ditandatangani Kepala Bank Pembangunan Asia Woochong Um, mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Presiden Yayasan Rockefeller, Rajiv Shah, dan Presiden Bezos Earth Fund Andrew Steer, menyerukan perubahan besar untuk membantu negara berkembang menghadapi beban utang yang besar, perubahan iklim, covid-19, dan berbagai krisis lainnya.
"Model standar tidak berfungsi," kata mereka dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah mengumpulkan 60 pejabat senior pemerintah dan pakar keuangan pembangunan di Washington, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 29 April 2022.

"Kami menyerukan kepada pemerintah dan sektor swasta untuk memobilisasi pembiayaan pembangunan pada kecepatan dan skala yang diperlukan untuk menanggapi krisis yang semakin kompleks ini. Itu satu-satunya cara kita dapat menempatkan dunia pada jalurnya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Paris Perjanjian Iklim," kata mereka.

Adapun IMF memangkas perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi global hampir satu persen penuh, mencatat bahwa perang Rusia di Ukraina telah memicu inflasi dan mengancam untuk memperluas perbedaan antara kaya dan miskin untuk tahun-tahun mendatang.

Perang di Ukraina, covid-19, dan beban utang pada akhirnya mempercepat krisis pangan dan bahan bakar, dan peristiwa cuaca ekstrem membalikkan lebih dari 80 tahun pertumbuhan kemakmuran dan konvergensi global. Perang Rusia di Ukraina juga memicu kerawanan pangan global dengan menaikkan harga gandum, jagung, kedelai, pupuk, dan minyak bunga matahari.

"Kebutuhannya sangat besar, tetapi keuangan publik semakin langka dan tidak adil, dan keuangan swasta semakin menghindari risiko," pungkas mereka.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id