Emas Dunia Pamer Kemilau saat Dilirik Investor

    Antara - 23 Februari 2021 08:09 WIB
    Emas Dunia Pamer Kemilau saat Dilirik Investor
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Chicago: Emas terangkat hampir 1,75 persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Emas mencatat keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut ketika ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe haven, sementara dolar AS yang lebih lemah memberikan dukungan lebih lanjut.

    Mengutip Antara, Selasa, 23 Februari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada April di divisi Comex New York Exchange melonjak USD31 atau 1,74 persen menjadi USD1.808,40 per ons. Akhir pekan lalu, Jumat, 19 Februari, emas berjangka menguat USD2,4 atau 0,14 persen menjadi pada USD1.777,40.

    Emas berjangka naik sebanyak USD2,2 atau 0,12 persen menjadi USD1.775,00 pada Kamis, 18 Februari. Sebelumnya terpuruk sebanyak USD26,2 atau 1,46 persen menjadi USD1.772,80 pada Rabu, 17 Februari. Serta anjlok sebanyak USD24,2 atau 1,33 persen menjadi USD1.799,00 pada Selasa, 16 Februari.

    "Kami melihat aliran investasi ke emas karena pelaku pasar semakin cemas tentang kenaikan suku bunga riil yang dapat memengaruhi valuasi ekuitas," kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali menunjuk pada kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.

    Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun mencapai level tertinggi hampir satu tahun, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat valuasi ekuitas terlihat lebih longgar dan mendorong investor menuju aset-aset safe-haven seperti emas.

    "Dolar saat ini sedang rendah dan itu mendukung. Alasan sebenarnya untuk kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan kenaikan inflasi," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

    Indeks dolar turun 0,4 persen ke level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Paket stimulus AS senilai USD1,9 triliun secara luas diperkirakan disahkan di akhir pekan ini, meningkatkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tetapi dengan biaya kenaikan inflasi.

    Investor juga mengamati kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang Laporan Moneter Setengah tahunan ke Kongres pada hari Selasa waktu setempat. The Fed dan bank-bank sentral terkemuka lainnya telah menggantungkan harapan mereka pada suku bunga sangat rendah untuk mengeluarkan ekonomi dari kejatuhan akibat pandemi covid-19.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik sebanyak 83,1 sen atau 3,05 persen menjadi USD28,085 per ons. Platinum untuk pengiriman April menguat USD10,8 atau 0,84 persen menjadi USD1.282,30 per ons.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id