Kenaikan Kasus Covid-19 Gerus Minyak Dunia

    Angga Bratadharma - 16 Oktober 2020 08:01 WIB
    Kenaikan Kasus Covid-19 Gerus Minyak Dunia
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia tergerus pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor terus mengkhawatirkan prospek permintaan di tengah pandemi. Para pedagang berharap kasus covid-19 bisa ditekan sedemikian rupa guna memulihkan permintaan.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 16 Oktober 2020, West Texas Intermediate untuk pengiriman November kehilangan delapan sen menjadi di USD40,96 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 16 sen menjadi USD43,16 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Pergerakan tersebut terjadi karena meningkatnya infeksi covid-19 di beberapa negara ekonomi utama, sehingga menimbulkan lebih banyak ketidakpastian atas pemulihan permintaan. Sementara itu, harga minyak mendapat dukungan dari penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.

    Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 3,8 juta barel selama pekan yang berakhir 9 Oktober. Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan EIA akan melaporkan penurunan 2,3 juta barel dalam pasokan AS untuk minggu ini.

    Di sisi lain, indeks utama di bursa saham Wall Street ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Tekanan terjadi karena investor cemas dengan ketidakpastian terkait negosiasi stimulus paket bantuan covid-19 yang baru.

    Indeks dow Jones Industrial Average turun 19,80 poin atau 0,07 persen menjadi 28.494,20. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 5,33 poin atau 0,15 persen menjadi 3.483,34. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 54,86 poin atau 0,47 persen menjadi 11.713,87 poin.

    Sebanyak lima dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor perawatan kesehatan turun 0,72 persen, memimpin kelompok penurunan. Sedangkan sektor energi naik sebanyak 1,17 persen, kelompok dengan kinerja terbaik.

    Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah klaim pengangguran AS lebih buruk dari perkiraan juga membebani pasar. Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 53 ribu menjadi 898 ribu dalam pekan yang berakhir 10 Oktober. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru jatuh di level 825 ribu

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id