Waspada! Tiongkok Peringatkan Risiko Gelembung di Pasar Keuangan Bakal Pecah

    Angga Bratadharma - 03 Maret 2021 10:13 WIB
    Waspada! Tiongkok Peringatkan Risiko Gelembung di Pasar Keuangan Bakal Pecah
    Ilustrasi. FOTO: Mark Ralston/AFP



    Beijing: Regulator perbankan dan asuransi utama Tiongkok menyatakan kewaspadaannya terhadap potensi pecahnya risiko gelembung di pasar luar negeri. Bahkan, Pemerintah Tiongkok sedang mempelajari langkah-langkah efektif untuk mengelola arus masuk modal guna mencegah turbulensi di pasar domestik.

    Kepala Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi Tiongkok Guo Shuqing mengatakan pasar global mulai melihat efek samping dari langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter dalam menangani pandemi covid-19. Adapun kebijakan fiskal dan moneter yang diambil guna mengurangi efek negatif dari pandemi tersebut.






    "Pasar keuangan diperdagangkan pada level tinggi di Eropa, Amerika Serikat (AS), dan negara maju lainnya, yang berlawanan dengan ekonomi riil," kata Guo, dilansir dari CNBC International, Rabu, 3 Maret 2021.

    Guo menjelaskan karena ekonomi telah sangat mengglobal, modal asing yang mengalir ke Tiongkok akan meningkat secara signifikan karena pemulihan ekonomi dan harga aset yang menarik. "Dan Tiongkok sedang mempelajari rencana untuk mengelola arus masuk untuk mencegah turbulensi di pasar domestik," tegasnya.

    Di sisi lain, Tiongkok akan mengambil alih posisi sebagai ekonomi terbesar di dunia dari Amerika Serikat (AS) beberapa tahun lebih cepat dari yang diperkirakan karena pandemi virus korona. AS melaporkan minggu lalu Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020 turun 2,3 persen menjadi USD20,93 triliun.
     
    Sebaliknya, Tiongkok mencatat PDB meningkat sebanyak 2,3 persen pada tahun lalu menjadi 101,6 triliun yuan. Menurut data Wind Information, angka itu sekitar USD14,7 triliun, berdasarkan nilai tukar rata-rata 6,9 yuan per dolar AS. Hal tersebut menempatkan ekonomi Tiongkok hanya USD6,2 triliun di belakang AS atau turun dari USD7,1 triliun pada 2019.
     
    "Ini (divergensi pertumbuhan) konsisten dengan pandangan kami bahwa pandemi telah menjadi pukulan yang jauh lebih besar bagi ekonomi AS daripada ekonomi Tiongkok," kata Rob Subbaraman dari Nomura.

    "Kami yakin dengan proyeksi pertumbuhan yang wajar, ukuran ekonomi Tiongkok dalam USD akan melampaui AS pada 2028," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id