IMF Khawatirkan Negara Kelas Menengah Terdampak Pandemi

    Antara - 08 April 2021 09:45 WIB
    IMF Khawatirkan Negara Kelas Menengah Terdampak Pandemi
    Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP



    Washington: Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengaku akan berdiskusi dengan anggota IMF mengenai penawaran pembiayaan rendah dan tanpa bunga kepada negara-negara berpenghasilan menengah yang terkena pandemi, tidak hanya negara-negara termiskin.

    Kristalina prihatin dengan negara-negara yang bergantung pada pariwisata dan negara-negara berpenghasilan menengah lainnya yang memiliki fundamental lebih lemah dan tingkat utang yang tinggi, bahkan sebelum pandemi, dan secara umum mendukung pengadopsian definisi yang lebih luas tentang apa yang membuat suatu negara rentan.






    Dana untuk pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan IMF atau Poverty Reduction and Growth Trust (PRGT) saat ini hanya dapat memberikan pinjaman kepada negara-negara termiskin, yang membatasi kemampuan negara-negara berkembang dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan pinjaman berbunga rendah atau nol dari IMF.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga lainnya telah mendesak Kelompok 20 ekonomi utama untuk memperluas pembekuan pembayaran utang bilateral resmi dan kerangka kerja umum baru untuk penanganan utang untuk memasukkan negara-negara tersebut, banyak di antaranya telah terpukul parah oleh pandemi dan ekonominya rontok.

    Mengutip Antara, Kamis, 8 April 2021, para pejabat keuangan G20 pada Rabu waktu setempat mendukung ekspansi USD650 miliar dari cadangan darurat IMF, atau hak penarikan khusus (Special Drawing Rights), yang dapat dipinjamkan oleh anggota IMF yang lebih kaya kepada PRGT IMF untuk membantu negara-negara termiskin.

    Georgieva mengatakan IMF berharap untuk menyelesaikan pengerjaan proposal formal untuk alokasi SDR USD650 miliar pada pertengahan Juni, dan juga mencari cara agar anggota IMF dapat meminjamkan cadangan mereka untuk membantu negara-negara miskin.

    Dia mengatakan realistis bahwa anggota dapat mengakses cadangan yang diperluas pada pertengahan Agustus, tetapi menolak untuk memperkirakan berapa banyak SDR yang kemungkinan akan dibagikan oleh negara-negara kaya.

    Meskipun anggota IMF sudah dapat meminjamkan kelebihan SDR ke fasilitas PRGT IMF, tidak ada mekanisme formal IMF untuk memfasilitasi pinjaman buat membantu negara-negara berpenghasilan menengah.

    Georgieva mengatakan masalah itu diangkat selama pertemuan G20 dan mencatat seruan oleh Meksiko dan Argentina untuk keringanan utang yang lebih besar bagi negara-negara berpenghasilan menengah.

    Uni Eropa percaya negara-negara berpenghasilan menengah harus dicakup oleh Kerangka Umum G20, Wakil Presiden Komisi Eropa Valdis Dombrovskis mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada komite pengarah IMF yang diposting pada Rabu.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id