Survei Bank Dunia, Perkawinan di Bawah Umur Meningkat Imbas Pandemi

    Suci Sedya Utami - 26 Februari 2021 18:46 WIB
    Survei Bank Dunia, Perkawinan di Bawah Umur Meningkat Imbas Pandemi
    Ilustrasi penolakan pernikahan anak - - Foto: MI/ Rommy Pujianto



    Jakarta: Survei Bank Dunia menunjukkan peningkatan angka pernikahan di bawah umur imbas pandemi covid-19. Hal ini lantaran anak-anak masuk dalam kelompok yang paling rentan terkena dampak.

    Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu mengatakan siswi perempuan yang tidak pergi ke sekolah lagi selama pandemi berpotensi besar untuk tidak kembali ke sekolah ketika suasana telah pulih.






    "Saat sekolah anak perempuan tidak kembali sekolah lagi, dan ini juga menjadi penyebab mengapa terjadi peningkatan perkawinan di bawah umur," kata Mari dalam international conference on covid-19 pandemic yang digelar secara daring, Kamis, 26 Februari 2021.

    Jika sekolah ditutup selama lima bulan, maka akan menyebabkan kehilangan hampir satu tahun dari waktu pembelajaran yang seharusnya didapatkan di kondisi normal.

    Menurut Mari, hal ini berpengaruh besar pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang. Namun harus dicegah supaya kualitas SDM tidak menyusut dan tidak memengaruhi produktivitas di setiap lini kegiatan ke depannya.

    "Strategi untuk pendidikan juga penting, kebayang atau gak anak-anak yang berbulan-bulan tidak sekolah. Ini punya pengaruh terhadap human capital ke depan," jelas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id