Lima Tahun Lagi, Seperempat Mal di AS Bakal Tutup

    Ade Hapsari Lestarini - 04 Agustus 2020 13:22 WIB
    Lima Tahun Lagi, Seperempat Mal di AS Bakal Tutup
    Nordstrom, menjadi salah satu mal di AS yang tidak akan dibuka kembali. Foto: Frederic J. Brown/AFP.
    New York: Para analis menyebut sekitar seperempat industri mal di Amerika Serikat (AS) dapat tutup dalam lima tahun mendatang.

    Hal ini menyusul tumbangnya industri ritel dan mal di AS secara perlahan akibat pandemi covid-19. Salah satunya yakni mal tertua di Negeri Paman Sam itu, Lord & Taylor.

    Mengutip media lokal setempat, NJ.com, Selasa, 4 Agustus 2020, laporan dari The New York Times mengatakan Lord & Taylor menyumbang sekitar 30 persen dari seperempat mal yang akan tutup itu.

    Meskipun mal dan ritel, secara umum, sedang berjuang menghadapi krisis akibat covid-19, salah satu pakar real estat komersial berpikir mal masih akan tetap bergeliat.

    "(Pergi ke) Mal adalah hobi yang mengasyikkan dan saya pikir itu akan selalu ada di sana," kata Wakil Presiden Senior Weichert Commercial David Chippendale, mengatakan kepada NJ Advance Media.

    Dia melanjutkan, akan menjadi pukulan yang cukup sulit ketika toko-toko di dalam department store ini perlahan mulai berguguran. "Dan itu semacam efek bola salju," kata Chippendale.

    Baca: Terimbas Covid-19, Mal Berusia 194 Tahun di AS Tumbang

    Ketika ditanya apa yang dilakukan pengelola mal untuk proaktif dalam menghadapi situasi kebangkrutan ini, Chippendale mengatakan bahwa pengelola cenderung bermurah hati terhadap harga sewa hingga penyewa lain datang.

    Namun, apa yang terjadi jika mal tidak dapat langsung mendapat pengganti penyewa saat tenant dikosongkan?

    "Itu semua tergantung pada hubungan mal dengan bank dan seberapa dalam kantong mereka. Mal ingin merestrukturisasi pinjaman," tambah dia.

    Raksasa mal seperti Simon dan PREIT telah dihantam kekosongan sebagai dampak finansial akibat pandemi ini. Selain itu toko Nordstrom tidak akan dibuka kembali, Sears hanya akan memiliki satu department store yang tersisa di Jersey City setelah lokasi Hackensack yang berdiri sendiri ditutup.

    Sedangkan toko JCPenney dan Neiman Marcus juga mengajukan kebangkrutan, meskipun toko-toko di New Jersey sebagian besar belum terpengaruh.

    Adapun penyewa mal yang lebih kecil yang sudah menutup toko atau akan adalah Sur La Table, New York & Company, Lucky Brand, GNC, dan The Children's Place.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id