ADB: Ekonomi Negara Berkembang di Asia Tertekan Covid-19

    Eko Nordiansyah - 03 April 2020 11:14 WIB
    ADB: Ekonomi Negara Berkembang di Asia Tertekan Covid-19
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Asian Development Bank's (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi regional di negara-negara berkembang Asia akan menurun tajam pada 2020. Penurunan ini sebagai efek dari pandemi virus korona (covid-19).

    Dinukil dari laporan tahunannya, ADB memperkirakan pertumbuhan regional sebesar 2,2 persen pada 2020. Perkiraan ini merupakan revisi ke bawah sebesar 3,3 persen terhadap perkirakan ADB pada September 2019 sebesar 5,5 persen.

    Pertumbuhan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,2 persen pada 2021, dengan asumsi bahwa wabah berakhir dan aktivitas menjadi normal. Negara berkembang Asia kecuali Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Taipei diperkirakan akan tumbuh 2,4 persen tahun ini, dibandingkan 5,7 persen pada 2019, sebelum rebound menjadi 6,7 persen tahun depan.

    "Evolusi pandemi global sangat tidak pasti. Pertumbuhan bisa menjadi lebih rendah, dan pemulihannya lebih lambat, dari yang kami perkirakan saat ini. Untuk alasan ini, diperlukan upaya yang kuat dan terkoordinasi untuk mengendalikan pandemi covid-19 dan meminimalkan dampak ekonominya, terutama pada yang paling rentan," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada, Jumat, 3 April 2020.

    Di Tiongkok, kontraksi tajam dalam industri, layanan, penjualan ritel, dan investasi pada kuartal I karena wabah covid-19 akan menarik pertumbuhan turun ke 2,3 persen tahun ini. Pertumbuhan akan pulih ke level di atas normal 7,3 persen pada 2021 sebelum kembali ke pertumbuhan normal.

    ADB: Ekonomi Negara Berkembang di Asia Tertekan Covid-19

    Sementara di India, langkah-langkah untuk menahan penyebaran virus dan lingkungan global yang lebih lemah tahun ini akan mengimbangi manfaat dari pemotongan pajak baru-baru ini dan reformasi sektor keuangan. Pertumbuhan di India diperkirakan melambat menjadi empat persen pada tahun fiskal 2020 sebelum menguat menjadi 6,2 persen pada 2021.

    ADB menilai pelemahan di Asia banyak disebabkan adalah lingkungan eksternal yang memburuk, dengan pertumbuhan mandek atau menyusut di ekonomi industri utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Beberapa eksportir komoditas dan minyak, seperti yang ada di Asia Tengah, akan dilanda kejatuhan harga komoditas. Harga minyak Brent diperkirakan rata-rata USD35 per barel tahun ini, turun dari USD64 pada 2019.

    Semua subregional Asia yang sedang berkembang akan melihat pertumbuhan melemah tahun ini karena permintaan global yang lemah, dan di beberapa negara karena wabah domestik dan kebijakan penahanan. Subregional yang lebih terbuka secara ekonomi seperti Asia Timur dan Tenggara, atau tergantung pariwisata seperti Asia Pasifik, akan sangat terpukul. Aktivitas ekonomi di subregional Pasifik diperkirakan akan berkontraksi sebesar 0,3 persen pada 2020 sebelum pulih menjadi 2,7 persen pada 2021.

    Bagian khusus dari laporan ini menyediakan informasi terbaru tentang dampak ekonomi yang mungkin timbul dari wabah covid-19 pada negara-negara berkembang di Asia, dan pada sektor-sektor di dalam negara-negara tersebut. Biaya global pandemi ini dapat berkisar dari USD2 triliun hingga USD4,1 triliun, setara dengan kerugian antara 2,3 hingga 4,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) global.

    "Perkiraan ini, yang memperbarui penelitian ADB sebelumnya yang dirilis pada 6 Maret, mencerminkan sifat pandemi global sekarang, penggunaan luas kebijakan penahanan dan larangan perjalanan di seluruh dunia, dan data tentang bagaimana wabah memengaruhi aktivitas di Tiongkok," jelas dia.

    Perlu dicatat bahwa perkiraan tersebut tidak memperhitungkan faktor-faktor seperti gangguan pasokan, pengiriman uang yang terputus, biaya perawatan kesehatan yang mendesak, dan potensi gangguan keuangan, serta dampak jangka panjang pada pendidikan dan ekonomi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id