Khawatir Korona, The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga

    Ade Hapsari Lestarini - 16 Maret 2020 07:39 WIB
    Khawatir Korona, The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga
    Gubernur The Fed Jerome Powell. Foto: Eric Baradat/AFP.
    Washington: Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya mendekati nol persen pada hari Minggu.

    Selain itu, The Fed akan meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya USD700 miliar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus korona baru atau covid-19.

    "Wabah virus korona telah merugikan masyarakat dan mengganggu kegiatan ekonomi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat," kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan kebijakan darurat, seperti dilansir dari Xinhua, Senin, 16 Maret 2020.

    The Fed tak menampik jika kondisi keuangan global juga telah sangat terpengaruh akibat mewabahnya virus korona ini. Bank sentral mencatat bahwa efek virus korona akan membebani aktivitas ekonomi AS dalam waktu dekat dan menimbulkan risiko terhadap prospek ekonomi.

    Oleh karena itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga untuk tingkat dana federal menjadi 0-0,25 persen.

    "Komite mengharapkan untuk mempertahankan kisaran target ini sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur mencapai lapangan kerja maksimum dan tujuan stabilitas harga," kata The Fed.

    The Fed juga mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kepemilikan sekuritas Treasury sedikitnya USD500 miliar dan kepemilikan sekuritas yang didukung sekuritas agen sekurang-kurangnya USD200 miliar selama beberapa bulan mendatang.

    "Federal Reserve siap untuk menggunakan berbagai alat untuk mendukung aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis dan dengan demikian mempromosikan lapangan kerja maksimum dan tujuan stabilitas harga," kata bank sentral.

    Tindakan terbaru The Fed ini datang kurang dari dua minggu setelah memangkas suku bunga setengah persen dalam langkah darurat, gagal meyakinkan investor yang gelisah karena wabah virus korona telah menimbulkan risiko yang berevolusi bagi kegiatan ekonomi.

    Sekitar 55 ekonom bisnis dan akademis yang baru-baru ini disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan rata-rata produk domestik bruto (PDB) AS akan berkontraksi pada tingkat tahunan 0,1 persen pada kuartal kedua karena epidemi.

    Itu adalah downgrade besar dari perkiraan pada Februari, ketika para ekonom itu memperkirakan pertumbuhan PDB AS sebesar 1,9 persen dari April hingga Juni, jajak pendapat menunjukkan.

    Diane Swonk, kepala ekonom di Grant Thornton, sebuah perusahaan akuntansi besar, mengatakan tindakan terbaru The Fed sangat penting dan akan membantu meringankan kondisi pasar kredit.

    "Ini bukan krisis perbankan -ini adalah krisis kesehatan yang dapat kita cegah agar tidak menjadi krisis keuangan," tegas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id