Trump Batalkan Negosiasi Paket Stimulus Covid-19, Wall Street Ambruk

    Angga Bratadharma - 07 Oktober 2020 07:33 WIB
    Trump Batalkan Negosiasi Paket Stimulus Covid-19, Wall Street Ambruk
    Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP
    New York: Bursa saham Wall Street ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan negosiasi dengan Demokrat tentang paket bantuan virus korona yang baru.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 7 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 375,88 poin atau 1,34 persen menjadi 27.772,76. Sedangkan S&P 500 turun 47,66 poin atau 1,40 persen menjadi 3.360,97. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 177,88 poin atau 1,57 persen menjadi 11.154,60.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor konsumen turun 2,13 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,86 persen, satu-satunya kelompok yang menguat. Kondisi itu terjadi usai Trump menginstruksikan perwakilannya untuk menghentikan perundingan RUU Stimulus Fiskal sampai setelah Pemilihan Presiden.

    Langkah itu membuat bingung investor yang sebelumnya berharap anggota parlemen Washington bisa segera mencapai kesepakatan, kata para ahli. Berita itu muncul ketika kepala Fed AS memperingatkan dinamika resesi di tengah dampak covid-19.

    Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pemulihan ekonomi AS masih jauh dari selesai dan perlambatan yang berkepanjangan dalam laju perbaikan dari waktu ke waktu dapat memicu dinamika resesi. Powell mengungkapkan hal itu di pertemuan tahunan secara virtual Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis.

    Powell mencatat tindakan kebijakan fiskal dan moneter AS sejauh ini secara substansial meredam dinamika resesi yang terjadi dalam penurunan ekonomi. Akan tetapi tanpa dukungan lebih lanjut, tren penurunan tersebut masih dapat muncul.

    Adapun the Fed pada bulan lalu mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor level terendah mendekati nol persen dan mengisyaratkan untuk mempertahankan kisaran target ini hingga setidaknya 2023. The Fed juga mencatat jalur ekonomi akan sangat bergantung pada pergerakan virus korona.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id