Singapura Catat Penjualan Ritel Naik 5,2% di Februari, Didorong Tahun Baru Imlek

    Angga Bratadharma - 06 April 2021 12:03 WIB
    Singapura Catat Penjualan Ritel Naik 5,2% di Februari, Didorong Tahun Baru Imlek
    Para pembeli di Chinatown untuk Tahun Baru Imlek pada 5 Februari 2021. FOTO: Marcus Mark Ramos/Channel News Asia



    Singapura: Departemen Statistik Singapura (SingStat) mencatat penjualan ritel tumbuh 5,2 persen secara tahun ke tahun di Februari 2021, kebalikan dari penurunan 6,1 persen yang tercatat di Januari pada tahun ini. Peningkatan tersebut terutama terkait dengan perayaan Tahun Baru Imlek di Februari.

    Sedangkan pada tahun lalu, Tahun Baru Imlek terjadi pada Januari. Membandingkan kinerja untuk periode dua bulan di Januari hingga Februari, penjualan ritel turun 1,2 persen pada 2021 dibandingkan dengan 2020. Tidak termasuk kendaraan bermotor, penjualan ritel naik 7,7 persen di Februari, dibandingkan dengan penurunan 8,4 persen di Januari.

     



    Dalam skala musiman, penjualan ritel turun 1,6 persen di Februari dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Tidak termasuk kendaraan bermotor, penjualan yang disesuaikan secara musiman turun 1,2 persen.

    "Perkiraan total nilai penjualan ritel untuk Februari sekitar 3,3 miliar dolar Singapura. Penjualan ritel daring mencapai sekitar 10,1 persen dari ini, mirip dengan 10,2 persen yang tercatat pada Januari," kata SingStat, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 6 April 2021.

    Nilai penjualan ritel tidak termasuk kendaraan bermotor adalah 2,8 miliar dolar Singapura, dengan penjualan daring 11,7 persen. Penjualan ritel daring mencapai 44,3 persen dari total penerimaan di industri komputer dan peralatan telekomunikasi, 26 persen penjualan furnitur dan peralatan rumah tangga, dan 10,7 persen dari penjualan di supermarket dan hipermarket.

    Sementara sebagian besar industri ritel mencatat peningkatan penjualan tahun-ke-tahun di Februari karena dorongan Tahun Baru Imlek, pada basis bulan ke bulan yang disesuaikan secara musiman, hanya jam tangan dan perhiasan, pom bensin, serta komputer dan peralatan telekomunikasi yang meningkat antara 2,8 persen dan 5,6 persen selama periode ini.

    Kemudian penjualan layanan makanan dan minuman turun 3,5 persen pada Februari dalam skala tahun-ke-tahun, kontraksi yang lebih kecil dibandingkan dengan penurunan 24,6 persen pada Januari 2021. "Ini lagi-lagi terutama dikaitkan dengan perayaan Tahun Baru Imlek," kata SingStat.

    SingStat menambahkan penjualan makanan dan minuman tetap lemah karena kendala kapasitas yang timbul dari tindakan jarak yang aman. Dalam skala musiman, penjualan layanan makanan dan minuman turun 1,1 persen di Februari dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

    "Total nilai penjualan jasa makanan dan minuman di Februari diperkirakan mencapai 699 juta dolar Singapura. Dari jumlah ini, penjualan daring mencapai sekitar 22,2 persen, sedikit lebih tinggi dari 22,1 persen di Januari," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id