'Terjangkit' Covid-19, Dow Jones Anjlok 730 Poin

    Angga Bratadharma - 27 Juni 2020 08:51 WIB
    'Terjangkit' Covid-19, Dow Jones Anjlok 730 Poin
    Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun tajam pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pelemahan terjadi karena investor menjadi gelisah dengan lonjakan kasus virus korona di seluruh negara bagian AS, di tengah pelonggaran pembatasan.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 27 Juni 2020, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 730,05 poin atau 2,84 persen menjadi 25.015,55. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 74,71 poin atau 2,42 persen menjadi 3.009,05. Indeks Komposit Nasdaq turun 259,78 poin atau 2,59 persen menjadi 9.757,22.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 melemah dengan sektor layanan komunikasi dan keuangan masing-masing turun 4,49 persen dan 4,33 persen. Saham keuangan merosot secara luas setelah rilis hasil stress-test bank terbaru oleh Federal Reserve.

    Federal Reserve Board AS memilih untuk mewajibkan bank-bank besar untuk mempertahankan modal dengan menangguhkan pembelian kembali saham dan membatasi pembayaran dividen pada kuartal ketiga tahun ini setelah putaran terakhir stress test.

    Amerika Serikat pada hari kedua berturut-turut memecahkan rekornya terkait kasus baru covid-19, dengan lebih dari 40 ribu kasus baru dilaporkan pada Jumat. Investor yang peduli terhadap persoalan ini terdorong untuk melirik emas sebagai tempat yang aman.

    Kasus baru covid-19 terus meningkat di Amerika Serikat, meski pemerintah terus berupaya memotong mata rantai penyebarannya. Lebih dari 2,4 juta kasus covid-19 dikonfirmasi di Amerika Serikat, dengan hampir 125 ribu kematian pada Jumat sore, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.

    Di sisi lain, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global di 2020. Revisi dilakukan di tengah meningkatnya kasus covid-19 di dunia.
     
    IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global turun 4,9 persen pada 2020. Angka ini turun 1,9 poin di bawah perkiraan IMF pada April di angka tiga persen. Kondisi itu menunjukkan prospek ekonomi yang semakin suram karena pandemi terus meluas di seluruh dunia.
     
    "Dibandingkan dengan perkiraan outlook ekonomi dunia di April, kami sekarang memproyeksikan resesi yang lebih dalam pada 2020 dan pemulihan yang lebih lambat pada 2021," kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id