Indeks Utama Saham Inggris Naik 0,42%

    Angga Bratadharma - 04 Desember 2020 09:14 WIB
    Indeks Utama Saham Inggris Naik 0,42%
    Ilustrasi. AFP PHOTO/ODD ANDERSEN
    London: Bursa saham Inggris berakhir menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), distimulus rencana Inggris yang akan melakukan vaksinasi covid-19. Indeks acuan FTSE 100 naik 0,42 persen atau 26,88 poin menjadi 6.490,27.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 4 Desember 2020, Rolls-Royce Holdings, sebuah perusahaan teknik yang berbasis di Inggris, melonjak 15,55 persen, menjadi berkinerja terbaik di saham unggulan. Flutter Entertainment dan BT Group masing-masing naik 7,00 persen dan 6,41 persen.

    Just Eat Takeaway, layanan pesan antar makanan dan pengiriman online, adalah yang berkinerja terburuk di saham unggulan, dengan sahamnya merugi 2,99 persen. Unilever, sebuah perusahaan barang konsumen transnasional Inggris-Belanda, turun 2,64 persen. AstraZeneca, perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional, turun 2,62 persen.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir beragam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena Wall Street mencermati angka klaim pengangguran AS. Investor juga terus melihat dampak ekonomi dari lonjakan kasus infeksi covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 85,73 poin atau 0,29 persen menjadi 29.969,52. Sedangkan S&P 500 turun 2,29 poin atau 0,06 persen menjadi 3.666,72. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,82 poin atau 0,23 persen menjadi 12.377,18.

    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor energi ditutup menguat 1,07 persen, memimpin penguatan. Sedangkan sektor utilitas tergelincir 1,1 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Wall Street terus mengukur dampak ekonomi dari lonjakan infeksi covid-19 di Amerika Serikat.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 712 ribu pada pekan yang berakhir 28 November, menyusul revisi naik 787 ribu pada pekan sebelumnya. Angka itu lebih rendah dari perkiraan 780 ribu dari ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Angka tersebut menandai penurunan pertama dalam tiga minggu.

    Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat telah melaporkan lebih dari 14 juta kasus covid-19 secara total dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 275 ribu pada Kamis sore. Kasus infeksi yang melonjak itu berdampak pula terhadap tertekannya perekonomian AS.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id