Pembuat Anggur Italia Adaptasi dengan Pasar Tiongkok

    Arif Wicaksono - 30 November 2020 21:25 WIB
    Pembuat Anggur Italia Adaptasi dengan Pasar Tiongkok
    Pembuat anggur. Foto : AFP.
    Roma: Brunello di Montalcino, salah satu anggur paling bergengsi dan bersejarah di Italia, menjadi di antara anggur Italia pertama yang dipasarkan di Tiongkok.

    Fabrizio Bindocci, Presiden Brunello, mengatakan meskipun mereka pemain lama, mereka masih beradaptasi dengan pasar Tiongkok yang tumbuh cepat dan dinamis.

    "Kami terus-menerus berpartisipasi dalam pameran perdagangan dan berunding dengan mitra Tiongkok kami, tapi itu tidak cukup," kata Bindocci kepada Xinhua, Senin, 30 November 2020.

    "Ini bukan pasar anggur yang matang seperti pasar domestik di Italia atau di bagian lain Eropa atau di Amerika Serikat atau Kanada. Itu berarti kondisi pasar selalu berubah," jelas dia.

    Bindocci memberikan contoh khusus bahwa pembeli asli anggur internasional adalah konsumen Tiongkok yang kaya dan sering bepergian yang terbiasa dengan minuman anggur di luar negeri. Sekarang, katanya, semakin muda, penasaran, pembeli anggur secara otodidak.

    "Perubahan semacam itu berarti pemasaran juga harus berubah," kata Bindocci.

    Menurut Kepala Eksekutif Strategi Bisnis, Silvana Ballotta, sebuah konsultan yang berfokus pada anggur dan pasar Tiongkok, Brunello dan anggur top lainnya dari Tuscany seperti Chianti Classico, anggur Super Tuscan, dan Vino Nobile di Montepulciano memiliki keunggulan alami dibandingkan anggur dari bagian lain negara.

    "Bagi banyak konsumen Tiongkok, kesadaran mereka tentang anggur Italia dimulai di Tuscany, yang telah mereka ketahui melalui sejarah, budaya, pariwisata, dan makanan," kata Ballotta dalam sebuah wawancara.

    Mengutip sebuah penelitian, Ballotta mengatakan Tuscany adalah daerah penghasil anggur paling terkenal ke-12 bagi pembeli anggur di Tiongkok, di belakang berbagai daerah di Prancis, Australia, Chili, dan Spanyol. Tapi Tuscany adalah wilayah Italia teratas dalam daftar.

    Bindocci mengatakan angka penjualan Brunello mencerminkan tren itu. Dia mengatakan pasar Tiongkok sekarang mengkonsumsi sekitar 5 persen dari ekspor Brunello, sekitar tiga kali lebih banyak dari lima tahun lalu.

    "Segalanya bergerak cepat di Tiongkok," kata Bindocci.

    "Dalam lima atau sepuluh tahun saya dapat melihat Tiongkok menantang untuk menjadi salah satu pasar teratas untuk Brunello. Kami hanya harus memastikan bahwa kami beradaptasi secara efektif saat pasar berkembang," jelas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id