Minyak Dunia Turun Tajam Tertekan Kekhawatiran Permintaan

    Antara - 17 Maret 2020 08:00 WIB
    Minyak Dunia Turun Tajam Tertekan Kekhawatiran Permintaan
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia turun secara signifikan pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena para pelaku pasar khawatir bahwa penyebaran virus korona, yang berkelanjutan akan semakin mengurangi permintaan global untuk minyak mentah.

    Mengutip Antara, Selasa, 17 Maret 2020, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun USD3,03 atau 9,6 persen menjadi di USD28,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei jatuh USD3,80 atau 11,2 persen menjadi di USD30,05 per barel di London ICE Futures Exchange.

    "Respons harga dapat dipahami mengingat bahwa suku bunga yang lebih rendah dan program pembelian obligasi baru tidak akan melakukan apa pun untuk memerangi kelemahan permintaan minyak saat ini," kata Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch, dalam sebuah catatan.

    Fritsch menambahkan semakin banyak negara membekukan kehidupan publik, menutup perbatasan mereka dan membatalkan penerbangan, semakin besar dampaknya terhadap permintaan minyak, terutama karena ini juga melibatkan aktivitas ekonomi yang secara umum diperkecil.

    Pasar minyak juga ditekan oleh kelebihan pasokan yang membayangi. Kegagalan untuk mencapai kesepakatan antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, tentang pengurangan produksi minyak, telah membuat harga minyak menukik dan memicu kekhawatiran kemungkinan perang harga.

    Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Rusia telah mengumumkan peningkatan produksi minyak yang signifikan. Untuk pekan yang berakhir 13 Maret, WTI terkuras 23 persen. Brent anjlok 25 persen. Kedua acuan minyak mentah mencatat penurunan persentase mingguan terbesar mereka, berdasarkan kontrak bulan depan, sejak Desember 2008, menurut Dow Jones Market Data.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat jatuh pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan Dow Jones ditutup turun hampir mencapai 3.000 poin. Wall Street yang terjun bebas itu terjadi karena berlanjutnya penjualan panik di tengah mewabahnya virus korona di seluruh dunia.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 2.997,10 poin atau 12,93 persen menjadi 20.188,52. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 324,89 poin atau 11,98 persen menjadi 2.386,13. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 970,28 poin atau 12,32 persen menjadi 6.904,59.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir turun secara signifikan, dengan real estat turun 16,55 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk. Rata-rata saham utama jatuh ke posisi terendah mereka di sesi akhir setelah Presiden Donald Trump mengatakan ekonomi AS mungkin menuju resesi dan wabah covid-19 dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

    Perdagangan dihentikan selama 15 menit di Wall Street tak lama setelah bel pembukaan karena terjadi penurunan 8,14 persen pada saham patokan S&P 500. Ini adalah ketiga kalinya dilakukan penghentian perdagangan. Diharapkan kondisi semacam ini bisa segera hilang dan secara perlahan bursa saham kembali membaik.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id