Data Pekerjaan AS Kuat, Wall Street Berlabuh di Zona Hijau

    Angga Bratadharma - 06 Maret 2021 08:12 WIB
    Data Pekerjaan AS Kuat, Wall Street Berlabuh di Zona Hijau
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith



    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didorong oleh laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan. Pemerintah AS terus berupaya memacu agar lapangan pekerjaan memiliki kekuatan penuh guna mengakselerasi pertumbuhan.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 6 Maret 2021, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 572,16 poin atau 1,85 persen menjadi 31.496,30. S&P 500 naik 73,47 poin atau 1,95 persen menjadi 3.841,94. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 196,68 poin atau 1,55 persen menjadi 12.920,15.






    Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna hijau, dengan energi naik 3,87 persen, memimpin kenaikan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Departemen Tenaga Kerja melaporkan pengusaha AS menambahkan 379 ribu pekerjaan pada Februari, dengan tingkat pengangguran sedikit berubah pada 6,2 persen. Peningkatan pekerjaan baru melampaui ekspektasi Wall Street. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones dan The Wall Street Journal memperkirakan 210 ribu pekerjaan baru.

    Data pekerjaan AS meningkatkan harapan seputar pemulihan ekonomi yang cepat didorong oleh stimulus fiskal besar-besaran dan dorongan vaksinasi. Data ekonomi yang kuat mengangkat imbal hasil pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan ke level tertinggi sejak Februari 2020, sementara dolar juga melonjak.

    Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell mengulangi janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar dan mengalir sampai warga Amerika kembali bekerja. Pernyataan Powell mengecewakan investor emas yang mengharapkan dia untuk bertindak atas lonjakan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun.

    Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) mengatakan bank-bank sentral global bersiap untuk melampaui target inflasi. Mereka memerangi harga-harga yang jatuh dengan cepat dan dislokasi di pasar tenaga kerja.
     
    Imbal hasil obligasi pemerintah telah meningkat baru-baru ini di tengah kekhawatiran pengeluaran pemerintah secara global. Serta mendukung ekonomi dapat mendorong inflasi di atas target bank-bank sentral lebih cepat dari yang diperkirakan.
     
    Namun, Gubernur RBNZ Adrian Orr mengatakan dunia tidak lagi fokus pada kekhawatiran kembali ke masalah inflasi tinggi yang menyebabkan bank-bank sentral kurang mencapai target inflasi mereka.

    "Tantangan tunggal terbesar di dunia saat ini adalah harga-harga yang turun dengan cepat, deflasi dan dislokasi di pasar tenaga kerja," kata Orr di Forum Ekonomi Selandia Baru di Universitas Waikato.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id