Bursa Saham Inggris Rontok

    Antara - 17 Maret 2020 09:43 WIB
    Bursa Saham Inggris Rontok
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
    London: Saham-saham Inggris turun tajam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London jatuh 4,01 persen atau 215,03 poin, menjadi 5.151,08 poin.

    Mengutip Antara, Selasa, 17 Maret 2020, International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, adalah pemain terburuk (top loser) dalam saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya terjun bebas 27,01 persen.

    Diikuti oleh saham perusahaan manajer investasi internasional M&G Investments yang terperosok 25,17 persen, maskapai penerbangan Inggris berbiaya rendah EasyJet anjlok 19,32 persen.

    Sementara itu, Evraz, perusahaan pembuat dan penambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal, melonjak 6,34 persen, peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

    Disusul oleh saham perusahaan perangkat lunak multinasional Inggris Sage Group yang terangkat 5,29 persen, serta perusahaan penjaminan, inspeksi, pengujian produk dan sertifikasi multinasional Inggris Intertek Group menguat 5,16 persen.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat jatuh pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan Dow Jones ditutup turun hampir mencapai 3.000 poin. Wall Street yang terjun bebas itu terjadi karena berlanjutnya penjualan panik di tengah mewabahnya virus korona di seluruh dunia.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 2.997,10 poin atau 12,93 persen menjadi 20.188,52. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 324,89 poin atau 11,98 persen menjadi 2.386,13. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 970,28 poin atau 12,32 persen menjadi 6.904,59.

    Semua 11 sektor S&P 500 utama berakhir turun secara signifikan, dengan real estat turun 16,55 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk. Rata-rata saham utama jatuh ke posisi terendah mereka di sesi akhir setelah Presiden Donald Trump mengatakan ekonomi AS mungkin menuju resesi dan wabah covid-19 dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

    Perdagangan dihentikan selama 15 menit di Wall Street tak lama setelah bel pembukaan karena terjadi penurunan 8,14 persen pada saham patokan S&P 500. Ini adalah ketiga kalinya dilakukan penghentian perdagangan. Diharapkan kondisi semacam ini bisa segera hilang dan secara perlahan bursa saham kembali membaik.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id