comscore

Investor Waspada Suku Bunga The Fed, Bursa Saham Jepang Merosot

Antara - 11 Januari 2022 11:36 WIB
Investor Waspada Suku Bunga The Fed, Bursa Saham Jepang Merosot
Bursa Saham Jepang. Foto : AFP.
Tokyo: Saham-saham Jepang jatuh pada perdagangan sesi Selasa pagi, mengikuti penutupan Wall Street yang lemah semalam, karena investor berhati-hati Federal Reserve AS dapat segera menaikkan suku bunga setelah Maret. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi mendorong aksi jual di saham teknologi.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 0,87 persen menjadi 28.231,31 poin pada penutupan tengah hari, setelah jatuh sebanyak 1,37 persen di awal sesi. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas tergerus 0,72 persen menjadi 1.981,22.
"Pasar Jepang terseret oleh penutupan Wall Street yang lemah selama dua sesi berturut-turut dan sentimen investor berhati-hati mengenai prospek kebijakan moneter AS," ujar Manajer Umum Departemen Riset Investasi di Iwai Cosmo Securities, Shoichi Arisawa, dikutip dari Antara, Selasa, 11 Januari 2021.

Saham-saham AS jatuh pada perdagangan semalam, karena spekulasi Fed dapat segera menaikkan suku bunga. Sehingga membuat investor mengurangi aset-aset berisiko dan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun ke level tertinggi dua tahun.

"Sulit untuk membuat taruhan aktif menjelang rilis data IHK (indeks harga konsumen) di AS," tambah Arisawa.

Data inflasi konsumen AS untuk Desember akan dirilis pada Rabu 12 Januari 2022, dengan IHK utama diperkirakan mencapai 7,0 persen secara tahun-ke-tahun, meningkatkan alasan untuk kenaikan suku bunga lebih awal.

Saham sektor teknologi menyeret Nikkei lebih rendah, dengan pembuat peralatan cip Tokyo Electron kehilangan 1,77 persen, investor perusahaan rintisan teknologi global SoftBank Group merosot 2,51 persen dan pembuat sensor Keyence anjlok 6,34 persen.

Saham Nippon Paint Holdings anjlok 13,4 persen setelah pembuat bahan pelapis itu mengatakan para pemegang sahamnya berencana untuk menjual sahamnya di pasar publik.

Karena investor terus mengalihkan uang mereka ke perusahaan yang lebih besar di tengah kenaikan suku bunga di AS, pembuat pemanggang roti kelas atas Jepang Balmuda Inc, yang terdaftar sekitar dua tahun lalu, jatuh 4,41 persen setelah menangguhkan penjualan ponsel yang diluncurkannya pada November.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id