Bos Bank Dunia: Hampir 100 Juta Orang Alami Kemiskinan Ekstrem Akibat Covid-19

    Antara - 14 Oktober 2021 09:34 WIB
    Bos Bank Dunia: Hampir 100 Juta Orang Alami Kemiskinan Ekstrem Akibat Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Washington: Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengatakan pandemi covid-19 mendorong tingkat kemiskinan dan utang di negara-negara berpenghasilan rendah. Dirinya pun menyoroti adanya pembalikan tragis dalam pembangunan.

    "Ini sudah mendorong hampir 100 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem. Itu jumlah tambahan dalam kemiskinan ekstrem," kata Malpass, pada konferensi pers virtual selama Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Oktober 2021.

     



    "Kami menyaksikan pembalikan tragis dalam pembangunan. Kemajuan dalam mengurangi kemiskinan ekstrem telah mundur selama bertahun-tahun -untuk beberapa, satu dekade," lanjutnya.

    Memperhatikan bahwa ketidaksetaraan memburuk di seluruh kelompok negara, Malpass mengatakan, pendapatan per kapita di negara maju tumbuh hampir lima persen pada 2021, dibandingkan dengan hanya 0,5 persen di negara-negara berpenghasilan rendah.

    "Prospeknya tetap suram untuk sebagian besar negara berkembang. Ada inflasi yang tinggi, ada terlalu sedikit pekerjaan, ada kekurangan yang meluas ke makanan, air, dan listrik," katanya, menyoroti penutupan pabrik dan pelabuhan yang sedang berlangsung, serta kemacetan dalam logistik dan rantai pasokan.

    Kemunduran

    Dirinya menambahkan kemunduran pada wanita, pada anak-anak, dan pada orang yang rentan semuanya merupakan kemunduran yang tragis karena pandemi dan gangguan ekonomi global. "Perlu ada sistem keuangan internasional global yang lebih cocok bagi orang-orang mendapatkan pekerjaan di negara-negara termiskin untuk mengurangi kemiskinan," ucapnya.

    Malpass juga menekankan bahwa banyak negara, terutama yang miskin, dihadapkan pada tantangan utang. Dalam Statistik Utang Internasional yang dirilis, Bank Dunia memperkirakan beban utang di negara-negara berpenghasilan rendah naik 12 persen ke rekor USD860 miliar pada 2020.

    Dalam 15 bulan yang berakhir pada Juni 2021, pemberi pinjaman multilateral memberikan komitmen pembiayaan USD157 miliar untuk membantu negara-negara yang membutuhkan, dan sebagian dari itu dalam bentuk hibah.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id