Tiongkok Paksa Perusahaan Laporkan Penggunaan Plastik

    Arif Wicaksono - 30 November 2020 20:15 WIB
    Tiongkok Paksa Perusahaan Laporkan Penggunaan Plastik
    China. Foto : AFP.
    Shanghai: Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tiongkok mengatakan bahwa restoran, platform e-commerce, dan perusahaan pengiriman akan dipaksa untuk melaporkan penggunaan plastik sekali pakai mereka kepada pihak berwenang dan juga menyerahkan rencana daur ulang resmi.

    Dikutip dari Xinhua, Senin 30 November 2020, Kemendag Tiongkok mengatakan telah membentuk sistem nasional bagi pengecer untuk melaporkan konsumsi plastik mereka sebagai bagian dari skema percobaan untuk mendorong daur ulang.

    Polusi plastik telah menjadi salah satu tantangan terbesar Tiongkok, dengan jumlah yang sangat besar terkubur di tempat pembuangan sampah atau dibuang ke sungai. Peningkatan pengiriman makanan rumahan juga menyebabkan lonjakan volume.

    Pada September, kemendag mengatakan kantong plastik sekali pakai dan peralatan makan akan dilarang di kota-kota besar pada akhir tahun, sementara sedotan sekali pakai akan dilarang secara nasional.

    Ketua Asosiasi Plastik Bekas Tiongkok Wang Wang mengatakan larangan itu hanya akan menyelesaikan jenis polusi plastik yang paling terlihat dan hanya salah satu bagian dari upaya negara itu untuk mengatasi limbah.

    Sejak September, Tiongkok juga melarang beberapa jenis film plastik untuk keperluan pertanian yang digunakan untuk menjaga tanaman tetap hangat dan lembab. Petani Tiongkok menggunakan sekitar 1,5 juta ton per tahun, tetapi meninggalkan residu yang merusak tanah.

    Sebuah undang-undang persampahan baru juga mulai berlaku pada bulan September, menaikkan denda sepuluh kali lipat bagi mereka yang melanggar peraturan dan mewajibkan pembangunan infrastruktur daur ulang baru.

    Meskipun ada keluhan bahwa Tiongkok bergerak terlalu cepat, Wang mengatakan dampak bisnis dari langkah-langkah tersebut akan terbatas, dengan perusahaan-perusahaan sebelumnya menyadari bahwa beberapa produk akan dilarang.

    Tiongkok memproduksi 63 juta ton plastik pada 2019, dengan tingkat daur ulang sekitar 30 persen. Ini menghasilkan sekitar 20 juta ton bahan non-biodegradable sekali pakai setiap tahun, termasuk tiga juta ton tas belanja.

    Kepala Eksekutif Daur Ulang di SUEZ Asia, Antoine Grange, mengatakan larangan itu diterima tetapi Tiongkok juga perlu meningkatkan kemampuan daur ulang secara keseluruhan.

    "Larangan plastik sekali pakai baik untuk pendidikan, baik untuk kesadaran, tapi itu hanya sebagian dari gambaran besar," ujarnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id