comscore

Wall Street Kembali Turun Tajam

Antara - 20 Januari 2022 08:02 WIB
Wall Street Kembali Turun Tajam
Wallstreet. Foto : AFP.
New York: Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Nasdaq mendarat di wilayah koreksi karena saham teknologi memperpanjang kerugian mereka serta investor terus khawatir tentang imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dan pengetatan kebijakan moneter The Fed.

Dikutip dari Antara, Kamis 20 Januari 2022, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 339,82 atau 0,96 persen menjadi 35.028,65. Indeks S&P 500 terpangkas 44,35 poin atau 0,97 persen menjadi 4.532,7. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 166,64 poin atau 1,15 persen, menjadi 14.340,26.
Nasdaq ditutup 10,7 persen dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada November. Penurunan 10 persen atau lebih dianggap sebagai koreksi untuk indeks saham.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor consumer discretionary dan keuangan masing-masing jatuh 1,81 persen dan 1,65 persen. Sektor teknologi merosot 1,37 persen karena investor terus keluar dari saham-saham yang sedang naik daun.

Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen dan utilitas masing-masing terdongkrak 0,68 persen dan 0,46 persen, hanya dua kelompok yang menguat.

Koreksi terakhir Nasdaq terjadi pada awal 2021, ketika indeks saham teknologi itu turun lebih dari 10 persen dari 12 Februari hingga 8 Maret. Ini adalah keempat kalinya dalam dua tahun sejak pandemi virus korona mengguncang pasar global, indeks mengalami koreksi.

Saham AS telah memulai dengan awal yang sulit pada 2022, karena kenaikan cepat dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran The Fed akan menjadi agresif dalam mengendalikan inflasi yang bisa memukul saham teknologi dan pertumbuhan.

Investor menantikan pertemuan kebijakan Fed minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut tentang rencana bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Data minggu lalu menunjukkan harga konsumen AS meningkat dengan kuat pada Desember, yang berpuncak pada kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam hampir empat dekade.

"Ada cukup banyak kecemasan dalam hal bagaimana tiga hingga enam bulan ke depan akan bermain dengan siklus kenaikan suku bunga yang kemungkinan akan dimulai pada Maret," kata  Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles Michael James.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id