comscore

G7 Kumpulkan USD600 Miliar untuk Lawan Belt and Road Milik Tiongkok, Ini Rinciannya

Angga Bratadharma - 28 Juni 2022 15:05 WIB
G7 Kumpulkan USD600 Miliar untuk Lawan <i>Belt and Road</i> Milik Tiongkok, Ini Rinciannya
Presiden AS Joe Biden. FOTO: Stefani Reynolds/AFP
Schloss Elmau: Pemimpin Kelompok Tujuh (G7) sepakat untuk mengumpulkan dana swasta dan publik sebesar USD600 miliar selama lima tahun untuk membiayai infrastruktur yang dibutuhkan di negara-negara berkembang. Selain itu, juga dipergunakan demi melawan proyek Belt and Road milik Tiongkok.

Mengutip The Business Times, Selasa, 28 Juni 2022, Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya meluncurkan kembali 'Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global' yang baru berganti nama pada pertemuan tahunan mereka yang diadakan tahun ini di Schloss Elmau di Jerman selatan.
Biden mengatakan Amerika Serikat (AS) akan memobilisasi USD200 miliar dalam bentuk hibah, dana federal, dan investasi swasta selama lima tahun untuk mendukung proyek-proyek di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang membantu mengatasi perubahan iklim. Kemudian meningkatkan kesehatan global, kesetaraan gender, dan infrastruktur digital.

"Saya ingin memperjelas. Ini bukan bantuan atau amal. Ini adalah investasi yang akan memberikan keuntungan bagi semua orang," kata Biden.
 
Baca: Xi Jinping: Tiongkok Terus Perkuat Proyek Belt and Road Initiative

Ia menambahkan itu akan memungkinkan negara-negara untuk melihat manfaat nyata dari bermitra dengan demokrasi. Biden mengatakan ratusan miliar dolar tambahan dapat berasal dari bank pembangunan multilateral, lembaga keuangan pembangunan, dana kekayaan negara dan lainnya.

"Eropa akan memobilisasi 300 miliar euro untuk prakarsa selama periode yang sama untuk membangun alternatif berkelanjutan bagi skema Belt and Road yang diluncurkan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 2013," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Turut berpartisipasi

Para pemimpin Italia, Kanada, dan Jepang juga berbicara tentang rencana mereka, beberapa di antaranya telah diumumkan secara terpisah. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak hadir, tetapi negara mereka juga berpartisipasi.

Skema investasi Tiongkok melibatkan pengembangan dan program di lebih dari 100 negara yang bertujuan untuk menciptakan versi modern dari jalur perdagangan Jalur Sutra kuno dari Asia ke Eropa. Pejabat Gedung Putih mengatakan rencana itu hanya memberikan sedikit manfaat nyata bagi banyak negara berkembang.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id