comscore

Para Pemimpin G7 Setuju Terapkan Larangan Pengangkutan Minyak Rusia

Angga Bratadharma - 03 Juli 2022 11:01 WIB
Para Pemimpin G7 Setuju Terapkan Larangan Pengangkutan Minyak Rusia
Pertemuan G7. FOTO: Setpres
Schloss Elmau: Para pemimpin G7 telah sepakat untuk menjajaki penerapan larangan pengangkutan minyak Rusia yang telah dijual di atas harga tertentu. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk tekanan dengan alasan invasi yang dilakukan Moskow terhadap Ukraina.

"Kami mengundang semua negara yang berpikiran sama untuk mempertimbangkan bergabung dengan kami dalam tindakan kami," kata para pemimpin G7 dalam komunike, dilansir dari Channel News Asia, Minggu, 3 Juli 2022.
Perang di Ukraina dan kejatuhan ekonominya, khususnya inflasi pangan dan energi yang melonjak, telah mendominasi pembahasan di pertemuan puncak kelompok G7 di sebuah resor kastil di Pegunungan Alpen Bavaria.

G7 melihat batas harga sebagai cara untuk mencegah Moskow mengambil untung dari invasinya ke Ukraina, yang telah menaikkan harga energi secara tajam, mengambil upaya Barat untuk mengurangi impor minyak dan gas Rusia. Badan Energi Internasional mengatakan dalam laporan bulanan, pendapatan ekspor minyak Rusia naik pada Mei, bahkan ketika volume turun.

"Batas atas dari berapa banyak negara lain membayar Rusia untuk minyak akan menekan sumber daya yang dia miliki untuk mengobarkan perang dan kedua meningkatkan stabilitas dan keamanan pasokan di pasar minyak global," kata seorang pejabat senior Pemerintah AS.
Baca: Sandiaga Disebut Maksimalkan Ekraf Ciptakan Lapangan Kerja

Seorang pejabat Uni Eropa menambahkan, para pemimpin G7 juga telah sepakat untuk mendorong larangan impor emas Rusia sebagai bagian dari upaya untuk memperketat sanksi terhadap Moskow. Perang, yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi, memasuki bulan kelima tanpa ada tanda-tanda akan mereda.

Adapun negara-negara G7 ingin meningkatkan tekanan pada Rusia tanpa memicu inflasi yang sudah melonjak yang menyebabkan ketegangan di dalam negeri dan merugikan negara-negara berkembang.

"Ada risiko nyata dari banyak kelaparan tahun ini karena perang Ukraina telah menambah dampak negatif dari krisis iklim dan pandemi covid-19 pada ketahanan pangan," kata Kepala PBB Antonio Guterres.

Para pemimpin G7 menjanjikan USD4,5 miliar untuk memerangi kelaparan global, menurut komunike tersebut. Amerika Serikat akan menyediakan lebih dari setengah dari jumlah itu, yang akan digunakan untuk upaya memerangi kelaparan di 47 negara dan mendanai organisasi regional.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id