comscore

Perlu Tindakan Cepat untuk Perangi Ketimpangan Akibat Covid-19

Antara - 23 Mei 2022 12:30 WIB
Perlu Tindakan Cepat untuk Perangi Ketimpangan Akibat Covid-19
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
London: Oxfam menyebutkan pemerintah-pemerintah perlu mengambil tindakan segera untuk mengatasi meningkatnya ketimpangan yang muncul akibat krisis covid-19 bersama lonjakan harga energi dan pangan yang meningkatkan tekanan pada jutaan orang di seluruh dunia.

Laporan tersebut, yang dirilis oleh badan amal yang berbasis di Nairobi ketika para pembuat kebijakan dan kepala industri tiba di kota Davos di Swiss untuk pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF), menemukan jumlah miliarder telah meningkat 573 menjadi hanya sedikit di bawah 2.700 dari 2020.
Kekayaan kumulatif mereka telah meningkat hampir USD3,8 triliun menjadi USD12,7 triliun, menurut temuan badan amal tersebut, menganalisis data dari Forbes. Mereka yang berada di sektor pangan dan energi menikmati rejeki nomplok dalam pendapatan dari melonjaknya harga-harga komoditas.

Sementara itu, Oxfam mengatakan, kombinasi covid-19, meningkatnya ketimpangan, dan kenaikan harga-harga pangan dapat mendorong sebanyak 263 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem pada 2022. Oxfam menambahkan kemajuan selama beberapa dekade ini terbalik.

"Jutaan orang di seluruh dunia menghadapi krisis biaya hidup karena efek pandemi yang berkelanjutan dan meningkatnya biaya kebutuhan pokok, termasuk makanan dan energi," kata penulis laporan tersebut, dilansir dari Antara, Senin, 23 Mei 2022.

"Ketimpangan, yang sudah ekstrem sebelum covid-19, telah mencapai level baru," tambahnya.

Harga pangan, yang telah didorong lebih tinggi selama pandemi karena gangguan covid-19 dan cuaca buruk, kembali melonjak lebih tinggi ketika invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasokan biji-bijian dan minyak. Bank Dunia mendefinisikan orang yang sangat miskin sebagai mereka yang hidup dengan kurang dari USD1,90 per hari.

"Satu-satunya tindakan paling mendesak dan struktural yang harus diambil pemerintah-pemerintah sekarang adalah menerapkan langkah-langkah perpajakan yang sangat progresif yang gilirannya harus digunakan untuk berinvestasi dalam langkah-langkah yang kuat dan terbukti mengurangi ketimpangan, seperti perlindungan sosial universal dan perawatan kesehatan universal," kata laporan itu.

WEF yang berbasis di Jenewa mengatakan pertemuan itu, yang dilakukan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun karena covid-19, akan mempertemukan lebih dari 2.000 pemimpin dan pakar dari seluruh dunia, sedikit lebih kecil dari beberapa pertemuan sebelumnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id