comscore

Investor Nantikan Data Inflasi AS, Pasar Saham Asia Dibuka Melemah

Antara - 10 Januari 2022 09:15 WIB
Investor Nantikan Data Inflasi AS, Pasar Saham Asia Dibuka Melemah
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Sydney: Pasar saham Asia melemah pada awal perdagangan Senin pagi karena investor menghitung mundur data inflasi AS terbaru yang dapat mengatur kenaikan suku bunga dari Federal Reserve. Imbasnya mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah dan menghukum saham sektor teknologi.

Mengutip Antara, Senin, 10 Januari 2022, ledakan kasus virus korona secara global juga mengancam menghambat belanja konsumen dan pertumbuhan tepat ketika The Fed sedang mempertimbangkan untuk mematikan keran likuiditas, waktu yang sulit bagi pasar yang kecanduan uang murah tanpa akhir.

 



Tindakan pasar awal dengan demikian berhati-hati dengan indeks berjangka S&P 500 berkurang 0,2 persen dan indeks berjangka Nasdaq menyusut 0,1 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang hampir datar, sementara Australia merosot 0,4 persen, Korea Selatan kehilangan 0,7 persen dan pasar Jepang tutup untuk hari libur umum.

Analis khawatir laporan harga konsumen AS akan menunjukkan inflasi inti naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade di 5,4 persen dan mengantar kenaikan suku bunga segera setelah Maret.

Sementara itu angka penggajian Desember meleset dari perkiraan, penurunan tingkat pengangguran menjadi hanya 3,9 persen dan penguatan upah menunjukkan ekonomi kekurangan pekerja.

"Itu konsisten dengan pandangan Fed yang berkembang bahwa pasar tenaga kerja semakin dekat atau sudah mencapai pekerjaan maksimum dengan tekanan upah yang meningkat. Ini akan menambah spekulasi tentang kenaikan (suku bunga) Maret, dan kami telah menarik ekspektasi kami untuk kenaikan Fed terjadi pada Maret, bukan Juni," kata Analis di NatWest Markets.

Sejumlah pejabat Fed akan menawarkan pemikiran terbaru mereka minggu ini, termasuk Ketua Fed Jerome Powell dan Gubernur Lael Brainard yang menghadapi rapat dengar pendapat.

Pasar dengan cepat bergeser mencerminkan risiko dengan menyiratkan peluang lebih besar dari 70 persen untuk suku bunga naik menjadi 0,25 persen pada Maret dan setidaknya dua kenaikan lagi hingga akhir tahun. Saham sektor teknologi dan pertumbuhan jatuh karena investor beralih ke saham perbankan dan perusahaan energi, sementara obligasi terpukul.

Imbal hasil pada obligasi Pemerintah AS 10-tahun mendekati tertinggi yang terakhir terlihat pada awal 2020 di 1,765 persen, setelah melonjak 25 basis poin minggu lalu dalam pergerakan terbesar mereka sejak akhir 2019. Target grafik berikutnya adalah kisaran 1,95/1,97 persen.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id