comscore

Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.661/USD

Angga Bratadharma - 24 Mei 2022 09:28 WIB
Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.661/USD
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp14.672 per USD. Meski demikian, para investor harus tetap waspada karena The Fed masih pada keputusan untuk tetap agresif menaikkan suku bunga guna mendinginkan inflasi.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 24 Mei 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.661 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.658 hingga Rp14.662 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.616 per USD.
Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Sedangkan euro menguat setelah bank sentral Eropa (ECB) mengindikasikan langkah keluar dari suku bunga negatif, dan mata uang berisiko menguat bersama dengan ekuitas.

Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa bank kemungkinan akan mengangkat suku bunga simpanan kawasan euro dari wilayah negatif pada akhir September dan dapat menaikkannya lebih lanjut jika melihat inflasi stabil di 2,0 persen.

Setelah menurun pekan lalu, ekuitas AS mengikuti saham Eropa yang lebih tinggi pada Senin, 23 Mei. Reli euro terjadi karena dolar turun secara luas setelah dilanda aksi jual minggu lalu. Adapun investor memiliki selera yang lebih besar untuk aset berisiko pada Senin, 23 Mei.

Ahli Strategi Makro Wells Fargo New York Erik Nelson mengatakan hal itu terjadi karena mereka bereaksi terhadap komentar Lagarde dan meredakan kekhawatiran bahwa resesi Eropa akan segera terjadi sementara prospek AS tampak kurang menginspirasi.

"Kami melihat lebih banyak optimisme seputar pertumbuhan global -pertumbuhan Eropa, pertumbuhan Tiongkok, pertumbuhan Inggris, dan sedikit optimisme tentang pertumbuhan AS. Jadi tema divergensi pertumbuhan benar-benar hal yang besar dan tidak disukai dolar," kata Nelson.

Pencetak keuntungan terbesar

Euro adalah pencetak keuntungan terbesar, terakhir naik 1,13 persen pada 1,0687 dolar, setelah melonjak 3,4 persen dari level terendah intraday multi-tahun di 1,0349 dolar pada 13 Mei. Indeks dolar AS, yang mencapai tertinggi dua dekade di 105,01 pada 13 Mei, terakhir turun 0,82 persen pada 102,09.

"Investor masih tertarik pada greenback, tetapi tekanan mata uang asing telah menciptakan sedikit hambatan bagi dolar AS," pungkas Direktur Pelaksana Berjangka dan Valas Charles Schwab JB Mackenzie.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id