Wall Street Bervariasi

    Angga Bratadharma - 23 Mei 2020 07:30 WIB
    Wall Street Bervariasi
    Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor terus bergulat dengan ketidakpastian akibat pandemi covid-19, meski beberapa pihak terus berupaya mencari vaksin dari virus mematikan tersebut

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 23 Mei 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,96 poin atau 0,04 persen menjadi 24.465,16. Kemudian S&P 500 naik 6,94 poin atau 0,24 persen menjadi 2.955,45. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq meningkat sebanyak 39,71 poin atau 0,43 persen menjadi 9.332,59.

    Adapun investor terus mencerna beberapa data ekonomi utama. Klaim pengangguran awal AS mencapai 2,438 juta pada pekan yang berakhir 16 Mei, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Selama sembilan minggu terakhir, lebih dari 38 juta orang Amerika telah mengajukan klaim asuransi pengangguran, karena ekonomi terus tertekan akibat pandemi covid-19.

    Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan ekonomi AS menghadapi tingkat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai akibat dari wabah virus korona. "Kami sekarang mengalami tingkat ketidakpastian yang sama sekali baru, karena virus (korona) mempersulit pandangan," kata Powell.

    Ketika beban dari pandemi covid-19 meluas, Ketua bank sentral AS menambahkan, mereka yang menanggung dampak kejatuhan adalah mereka yang paling tidak sanggup menanggungnya. Tentu diharapkan krisis akibat pandemi covid-19 ini bisa segera selesai.

    Sementara itu, pada Jumat sore, lebih dari 1,59 juta kasus positif covid-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 95.000 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins. Pemerintah AS terus berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida memproyeksikan ekonomi AS akan mulai tumbuh mulai paruh kedua tahun ini, meski masih ada ketidakpastian luar biasa terhadap kedalaman dan lamanya penurunan ekonomi. Menurut dia pelonggaran kondisi keuangan membutuhkan waktu untuk memulihkan ekonomi AS dari pandemi covid-19.

    "Sementara berita ekonomi tak henti-hentinya mengerikan dalam beberapa pekan terakhir, kondisi keuangan sejak pertengahan Maret telah mereda -dan sangat banyak terjadi di banyak pasar," kata Clarida dalam pernyataan persiapan untuk penampilan webcast yang diadakan oleh New York Association for Business Economics.
     
    Clarida percaya pelonggaran kondisi keuangan ini, setidaknya sebagian, merupakan konsekuensi langsung dari tindakan Fed dalam beberapa pekan terakhir untuk mendukung pasar keuangan. "Apakah itu terbukti tahan lama akan tergantung pada hal yang ditularkan oleh virus korona dan durasi penurunan yang disebabkannya," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id