Peso Filipina Jadi Pemain Terbaik di Tengah Pelemahan Ekonomi

    Nia Deviyana - 13 September 2020 10:20 WIB
    Peso Filipina Jadi Pemain Terbaik di Tengah Pelemahan Ekonomi
    Peso filipina mengalami penguatan di tengah pelemahan ekonomi. Foto: AFP
    Filipina: Penurunan impor Filipina sebagai akibat dari pelemahan ekonomi domestik akhirnya menguntungkan mata uang negara tersebut, yang menjadi pemain terbaik di Asia sepanjang tahun ini.

    Peso Filipina telah menguat sekitar empat persen terhadap dolar AS tahun ini, mengungguli mata uang lain di kawasan regionalnya, di samping yuan Tiongkok dan dolar Taiwan.

    Penurunan permintaan impor terjadi setelah Filipina menjalani salah satu penguncian panjang dan ketat untuk menahan laju penyebaran virus covid-19.

    "Penurunan impor lebih tajam daripada ekspor, yang terbukti menjadi keuntungan bagi mata uang karena membuat mata uang Filipina menjadi surplus," kata para ekonom yang dilansir dari CNBC International, Minggu, 13 September 2020.

    Neraca berjalan mengukur total transaksi suatu negara dengan negara di seluruh dunia, termasuk impor dan ekspor barang, investasi lintas batas, serta transfer seperti bantuan luar negeri.

    "Penurunan impor yang terus berlanjut berarti melemahnya permintaan untuk mata uang asing dan kemungkinan akan mengarah pada dukungan jangka pendek untuk PHP (Peso Filipina)," kata Ekonom Senior Filipina Nicholas Mapa.

    Peso Filipina terus mengungguli rekan-rekan regionalnya karena negara tersebut mencatat surplus hingga saat ini, terutama karena penurunan impor yang substansial. Nocholas memperkirakan tren ini akan terus berlanjut hingga kuartal 4-2020.

    Surplus mata uang dan pembelian asing yang berkelanjutan atas obligasi Filipina berkontribusi pada lonjakan cadangan mata uang asing negara itu, yang membantu melindungi ekonomi dari guncangan eksternal.

    Kontraksi terburuk ekonomi Filipina terjadi pada kuartal kedua yang menyusut 16,5 persen. Ini merupakan resesi pertama dalam hampir tiga dekade.

    Lebih dari 248.900 kasus kumulatif covid-19 yang dilaporkan di negara ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan dari jumlah tersebut, sebanyak 4.066 orang meninggal.

    Namun, kekuatan mata uang bisa memudar. Dalam waktu dekat, hasil pemilihan presiden AS dapat memberi tekanan pada peso Filipina, kata analis dari Fitch Solutions dalam laporan belum lama ini. Itu karena investor asing akan mengurangi eksposur mereka ke aset di pasar negara berkembang demi pilihan investasi yang lebih aman.

    Selain itu, dalam jangka panjang, pembukaan kembali ekonomi Filipina dan dimulainya kembali impor dapat menyebabkan mata uang melemah.

    Meski begitu, para analis belum menutup kemungkinan apresiasi lebih lanjut di peso Filipina. Hal ini terutama jika impor tetap lemah, sementara permintaan untuk ekspor meningkat sehingga meningkatkan neraca berjalan.

    Faktor-faktor itu dikombinasikan dengan berlanjutnya pelemahan dolar AS dan sentimen positif investor di sekitar aset pasar berkembang.

     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id