Rilis Data Ekonomi Tumbangkan Dolar AS

    Angga Bratadharma - 13 November 2020 09:01 WIB
    Rilis Data Ekonomi Tumbangkan Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,09 persen menjadi 92,9628.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 13 November 2020, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1806 dari USD1,1773 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3115 dari USD1,3210 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7236 dari USD0,7274.

    Kemudian dolar AS dibeli 105,08 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9147 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9172 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3139 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3070 dolar Kanada.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat jatuh pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena infeksi virus korona yang melonjak di negara Paman Sam itu terus menghadirkan ketidakpastian. Diharapkan kandidat vaksin covid-19 bisa segera menekan peningkatan kasus virus mematikan tersebut.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 317,46 poin atau 1,08 persen menjadi 29.080,17. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 35,65 poin atau 1,00 persen menjadi 3.537,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 76,84 poin atau 0,65 persen menjadi 11.709,59.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor energi ditutup turun 3,39 persen, memimpin penurunan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Kasus peningkatan infeksi virus korona di Amerika Serikat berlanjut ketika negara itu pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) mencetak rekor baru dalam metrik covid-19 utama termasuk jumlah kasus harian dan rawat inap.

    Menurut Universitas Johns Hopkins AS telah melaporkan total lebih dari 10,5 juta kasus covid-19 dengan jumlah kematian melebihi 242 ribu pada Kamis sore. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan lonjakan rekor kasus covid-19 di seluruh negeri dapat menghambat pemulihan ekonomi baru-baru ini.

    "Kami melihat ekonomi terus berada pada jalur pemulihan yang solid, tetapi risiko utama yang kami lihat adalah penyebaran penyakit lebih lanjut di sini, di Amerika Serikat," kata Powell dalam acara virtual yang diadakan oleh bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB).

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id