Aplikasi Pembayaran Dilarang Trump, Ini Kata Tiongkok untuk AS

    Angga Bratadharma - 08 Januari 2021 10:02 WIB
    Aplikasi Pembayaran Dilarang Trump, Ini Kata Tiongkok untuk AS
    Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP
    Beijing: Pemerintah Tiongkok menuduh Washington menyalahgunakan keamanan nasional sebagai alasan untuk merugikan pesaing yang bersaing secara komersial. Tuduhan itu setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi menggunakan layanan pembayaran Alipay dan WeChat Pay, serta enam aplikasi lainnya.

    Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump meningkatkan konflik dengan Beijing atas tuduhan teknologi, keamanan, dan mata-mata yang telah menjatuhkan hubungan AS-Tiongkok ke level terendah dalam beberapa dekade. Bahkan, ketegangan kian memanas usai Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE) bakal menghapus tiga perusahaan Tiongkok.

    "Ini contoh perilaku penindasan, sewenang-wenang, dan hegemonik AS. Ini contoh AS yang terlalu menggeneralisasi konsep keamanan nasional dan menyalahgunakan kekuatan nasionalnya untuk menekan perusahaan asing secara tidak wajar," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 8 Januari 2021.

    Hua Chunying mengatakan Beijing akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi perusahaan Tiongkok. Sedangkan perintah Trump dinilai mengutip kekhawatiran yang tidak berdasar tentang aplikasi Tiongkok yang mengumpulkan data pribadi dan keuangan Amerika dan menyerahkannya ke Pemerintah Tiongkok.

    Hua mengejek tuduhan itu. "Ini seperti gangster yang mencuri dengan ceroboh tapi kemudian berteriak-teriak agar dilindungi dari perampokan. Betapa munafik dan konyolnya itu," tukas Hua.

    Aplikasi ponsel pintar Tiongkok juga menghadapi hal serupa di India, yang telah memblokir lusinan aplikasi Tiongkok dengan alasan keamanan di tengah kebuntuan militer atas bagian perbatasan yang disengketakan antara kedua negara. Sementara itu, Trump pada Agustus mengeluarkan perintah larangan penggunaan TikTok dan aplikasi WeChat.

    Adapun perintah larangan penggunaan TikTok dan perintah larangan penggunaan delapan aplikasi pembayaran dari Tiongkok akan berlaku meski Presiden terpilih Joe Biden dilantik pada 20 Januari. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Pemerintahan Joe Biden akan melanjutkannya atau tidak. Perwakilan Kantor Biden tidak segera menanggapi komentar tersebut.

    Alipay adalah bagian dari bisnis kerajaan miliarder Jack Ma, pendiri raksasa e-commerce Alibaba Group dan platform keuangan Ant Group. WeChat Pay dioperasikan oleh raksasa teknologi saingan Tencent. Aplikasi lain yang disebutkan dalam perintah eksekutif Trump selain Alipay dan WeChat yakni CamScanner, QQ Wallet, SHAREit, Tencent QQ, VMate, dan WPS Office.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id