Dolar AS Unjuk Gigi di Perdagangan Asia

    Antara - 25 Januari 2021 11:08 WIB
    Dolar AS Unjuk Gigi di Perdagangan Asia
    Foto: dok MI.
    Tokyo: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang berisiko dalam perdagangan Asia pada Senin pagi. Data ekonomi yang lemah dari Eropa dan kekhawatiran baru tentang virus korona mendukung permintaan investor terhadap mata uang safe haven, sehingga memperlemah posisi jual greenback.

    Melansir Antara, Senin, 25 Januari 2021, aktivitas ekonomi di zona euro menyusut tajam pada Januari karena penguncian yang ketat untuk menahan pandemi virus korona, sehingga menghantam industri jasa yang dominan di blok itu. Sementara data Inggris menunjukkan peritel Inggris berjuang untuk pulih pada Desember.

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan ada bukti varian baru covid-19 yang ditemukan akhir tahun lalu dapat dikaitkan dengan kematian yang lebih tinggi.

    Berita itu datang ketika taruhan terhadap dolar menjadi terlalu padat, kata para analis, dengan data AS pada Jumat, 22 Januari 2021 menunjukkan posisi jangka pendek bersih dolar membengkak ke yang terbesar sejak Mei 2011.

    Indeks dolar berdiri di 90,247, datar pada hari itu tetapi naik dari terendah minggu lalu di 90,043 pada Kamis, 21 Januari 2021.

    Sementara itu, pound Inggris bertahan kuat di 1,3684 dolar, tidak jauh dari level tertinggi 2,5 tahun di 1,3745 dolar yang disentuh pada Kamis, sebagian berkat keunggulan Inggris dalam vaksinasi covid-19.

    Mata uang euro juga sedikit berubah pada 1,2163 dolar, berhenti sejenak setelah mencatat kenaikan 0,8 persen minggu lalu. Mata uang bersama sebagian dibatasi oleh tanda-tanda ketidakstabilan politik di Roma.

    Imbal hasil obligasi Italia naik dengan selisih atas obligasi Jerman mencapai tertinggi sejak November di tengah kebuntuan politik untuk Perdana Menteri Giuseppe Conte yang sejauh ini gagal mendapatkan mayoritas berkuasa di parlemen Italia.

    Conte mengimbau anggota parlemen majelis tinggi yang sentris dan tidak selaras di luar koalisi untuk bergabung dengan barisan pemerintah minoritasnya tetapi hanya sedikit yang menanggapi.

    "Mengingat Conte memenangi mosi percaya, pembubaran parlemen dan pemilihan umum tidak mungkin terjadi," kata Makoto Noji, kepala strategi mata uang di SMBC Nikko Securities.

    Meskipun demikian, kasus Italia menunjukkan risiko ketidakstabilan politik yang meluas dari ketidakpuasan populer saat masyarakat mulai lelah dengan pandemi.

    "Reli pasar saham selama pandemi ini sepenuhnya bergantung pada ekspansi fiskal dan monetisasi utang oleh bank sentral. Ketidakstabilan politik dapat menunda langkah-langkah fiskal," kata Noji.

    Di Washington, investor berharap setidaknya sebagian dari rencana bantuan virus korona senilai 1,9 triliun akan segera terlaksana.

    Tetapi Biden kemungkinan akan membutuhkan dukungan bipartisan untuk mendorong agendanya karena Partai Demokrat secara tipis mengontrol Kongres. Sementara persidangan pemakzulan kedua mantan Presiden AS Donald Trump awal bulan depan dapat mempersulit upayanya.

    Dengan latar belakang ini, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan komitmen yang kuat untuk kebijakan moneter yang akomodatif ketika mengadakan pertemuan kebijakan pertamanya pekan ini.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id