Dolar AS Masih Berjaya

    Ade Hapsari Lestarini - 10 Juni 2021 06:55 WIB
    Dolar AS Masih Berjaya
    Foto: AFP.



    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (AS) naik tipis pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Penguatan ini karena pelaku pasar menunggu laporan indeks harga konsumen (CPI).

    Melansir Xinhua, Kamis, 10 Juni 2021, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen pada 90,1206.

     



    Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2178 dolar AS dari 1,2180 dolar AS di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi 1,4114 dolar AS dari 1,4164 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7735 dolar AS dari 0,7742 dolar.

    Selain itu, dolar AS dibeli 109,57 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,48 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8958 franc Swiss dari 0,8963 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2103 dolar Kanada dari 1,2105 dolar Kanada.

    IHK AS Mei, ukuran utama inflasi, dijadwalkan dirilis Kamis. Pedagang akan melihat laporan tersebut untuk menilai bentuk pemulihan ekonomi.

    Sebelumnya, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, memprediksi kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini bisa menguat tipis. Adapun penurunan angka cadangan devisa Mei 2021 ke level terendah tahun ini direspons negatif para pelaku pasar. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah kena getahnya, meskipun melemah tipis pada perdagangan Rabu, 9 Juni 2021.

    "Sehingga wajar kalau arus modal keluar dari pasar dalam negeri. Namun pengeluaran arus modal masih bisa tertahan karena kondisi fundamental ekonomi yang terus stabil," ucap Ibrahim.

    Sementara dari faktor eksternal, dolar AS mengalami penurunan pada Rabu pagi ini di Asia lantaran investor menunggu data inflasi AS sambil mencerna data yang dirilis Tiongkok pada hari sebelumnya. Adapun Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok untuk Mei 2021 terkontraksi 0,2 persen (mtm) dan tumbuh 1,3 persen (yoy).

    "Keduanya di bawah perkiraan. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) tumbuh lebih baik dari perkiraan 9,0 persen secara tahun ke tahun (yoy)," paparnya.

    Beberapa investor memperkirakan bahwa inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan di AS dapat mendorong bank sentral untuk mulai mengurangi pembelian aset mereka dan memberikan dorongan pada dolar. Namun, pergerakannya kecil menjelang data AS, termasuk CPI, dan keputusan kebijakan ECO, yang keduanya akan dirilis pada Kamis.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id