Bank Dunia-IMF Desak Akses Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang

    Ade Hapsari Lestarini - 04 Juni 2021 17:06 WIB
    Bank Dunia-IMF Desak Akses Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang
    Presiden Grup Bank Dunia David Malpass. Foto: Medcom.id.



    Washington: Kelompok Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) meminta negara-negara yang sudah mengantisipasi kelebihan pasokan vaksin covid-19 dalam beberapa bulan mendatang untuk melepaskan kelebihan dosis mereka sesegera mungkin ke negara-negara berkembang.

    "Pandemi virus korona tidak akan berakhir sampai semua orang memiliki akses ke vaksin, termasuk orang-orang di negara berkembang," kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pernyataan bersama kepada negara-negara industri Kelompok Tujuh (G7), dilansir Xinhua, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    "Akses vaksin di seluruh dunia menawarkan harapan terbaik untuk menghentikan pandemi virus korona, menyelamatkan nyawa, dan mengamankan pemulihan ekonomi berbasis luas," kata Malpass dan Georgieva.

    Mereka mencatat, bersama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Kelompok Bank Dunia dan IMF telah memberikan dukungan pendanaan USD50 miliar yang bertujuan untuk mencapai akses yang lebih adil terhadap vaksin. Dengan demikian bisa membantu mengakhiri pandemi di mana-mana.

    "Kami mendesak negara-negara berkembang untuk bergerak cepat untuk menerapkan rencana pengadaan dan distribusi vaksin, serta upaya komunikasi untuk menyampaikan pentingnya vaksinasi covid-19 yang disetujui untuk menyelamatkan jiwa," lanjut mereka.

    Kedua pemimpin juga mendesak produsen vaksin untuk memprioritaskan peningkatan produksi vaksin, sehingga memberikan peningkatan akses bagi negara-negara berkembang. Mereka menambahkan bahwa organisasi multilateral ini akan bekerja secara aktif untuk mendorong dan mendukung akses yang lebih besar.

    "Mendistribusikan vaksin secara lebih luas merupakan kebutuhan ekonomi yang mendesak, dan keharusan moral," tambah mereka.

    Menurut perkiraan IMF, peluncuran vaksinasi yang lebih cepat dapat menyuntikkan setara USD9 triliun ke dalam ekonomi global pada 2025, karena dimulainya kembali kegiatan ekonomi yang lebih cepat.

    Pada konferensi pers baru-baru ini, Georgieva mengatakan bahwa 60 persen dari keuntungan USD9 triliun akan diberikan ke pasar negara berkembang di negara berkembang. Serta 40 persen akan diberikan ke ekonomi maju.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id