Emas Dunia Melonjak Usai Imbal Hasil AS Turun

    Antara - 04 Mei 2021 08:28 WIB
    Emas Dunia Melonjak Usai Imbal Hasil AS Turun
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Chicago: Emas berjangka melonjak lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Emas bangkit dari kerugian selama empat hari berturut-turut. dengan reli meluas ke logam mulia lainnya karena penurunan dolar dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS meningkatkan daya tariknya.

    Mengutip Antara, Selasa, 4 Mei 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD24,1 atau 1,36 persen menjadi ditutup pada USD1.791,80 per ons. Akhir pekan lalu, Jumat, 30 April, emas berjangka menyusut 60 sen AS atau 0,03 persen menjadi USD1.767,70.






    Emas berjangka terpangkas USD5,6 atau 0,32 persen menjadi USD1.768,30 pada Kamis, 29 April, setelah merosot sebanyak USD4,9 atau 0,28 persen menjadi USD1.773,90 pada Rabu, 28 April, dan turun tipis sebanyak USD1,3 atau 0,07 persen menjadi USD1.778,80 pada Selasa, 27 April.

    "Kombinasi imbal hasil obligasi yang tetap jinak, dolar di bawah tekanan, jumlah stimulus fiskal dan moneter di pasar ini. Semua faktor itu terus mendorong harga emas dan perak lebih tinggi," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

    Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,3 persen, membuat emas lebih murah, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan juga turun, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tanpa suku bunga.

    Emas juga mendapat dukungan dari data ekonomi yang dirilis pada Senin, 3 April. Indeks manufaktur dari lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) berada di 60,7 pada April, yang berada di bawah angka 65,0 yang diperkirakan para analis.

    Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran AS untuk proyek konstruksi naik 0,2 persen pada Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,51 triliun dolar AS. Para ekonom memperkirakan kenaikan 1,8 persen.

    Emas juga menemukan beberapa dukungan ketika kasus covid-19 di India terus meningkat. Investor sekarang menunggu angka pasar tenaga kerja pada Jumat, 7 April, untuk mengukur kesehatan ekonomi AS.

    "Tetapi data ekonomi yang kuat juga dapat mendorong emas lebih tinggi karena itu berarti inflasi akan naik," kata Kepala Pedagang Investor Global AS Michael Matousek.

    "Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Kita perlu melihat emas naik di atas level 1.800 dolar AS dan mempertahankannya sebentar, dan kemudian bisa dilepas ke perlombaan seharga USD2.000," tambahnnya.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli terangkat USD1,09 atau 4,2 persen menjadi ditutup pada USD26,96 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman Juli bertambah sebanyak USD24,9 atau 2,07 persen menjadi ditutup pada USD1.230,1 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id