Dipompa Harapan Stimulus AS, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi

    Antara - 13 Februari 2021 09:01 WIB
    Dipompa Harapan Stimulus AS, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi
    Ilustrasi. FOTO: AFP/JUAN BARRETO



    New York: Harga minyak dunia melonjak lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Minyak mentah mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun di tengah harapan stimulus Amerika Serikat (AS) yang akan meningkatkan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

    Mengutip Antara, Sabtu, 13 Februari 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April terangkat sebanyak USD1,29 atau 2,1 persen menjadi USD62,43 per barel, setelah mencapai puncak sesi di USD62,83, level tertinggi sejak 22 Januari 2020.




    Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret bertambah sebanyak USD1,23 atau 2,1 persen menjadi USD59,47 per barel, setelah menyentuh tertinggi sesi di USD59,82, tingkat tertinggi sejak 9 Januari 2020.

    Minyak mentah AS mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 4,7 persen, sementara minyak Brent naik 5,3 persen pada minggu ini.

    Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan kelompok bipartisan para wali kota dan gubernur saat ia terus mendorong persetujuan rencana bantuan virus korona senilai USD1,9 triliun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu jutaan pekerja yang menganggur.

    Ketiga indeks utama saham AS berada di jalur untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Penurunan tajam dalam kasus baru covid-19 dan rawat inap meningkatkan harapan kehidupan pada akhirnya akan kembali normal.

    "Harapan stimulus AS dan kemajuan vaksin yang sedang berlangsung kemungkinan akan mempertahankan selera terhadap aset-aset berisiko dalam menawarkan dukungan ke pasar minyak," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.

    Harga minyak telah meningkat selama beberapa pekan terakhir, terutama karena pengurangan produksi dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu dalam kelompok OPEC+.

    "Harga minyak menahan kenaikan baru-baru ini minggu ini, didukung oleh tanda-tanda lebih lanjut bahwa stok minyak mentah, terutama di AS, sedang jatuh," kata Analis Capital Economics dalam sebuah catatan.

    "Kami mengantisipasi bahwa persediaan akan turun lebih lanjut tahun ini karena permintaan bahan bakar transportasi meningkat seiring dengan pelonggaran pembatasan terkait virus pada perjalanan," tambahnya.

    Namun, OPEC minggu ini menurunkan ekspektasi untuk permintaan minyak global pulih pada 2021, memangkas perkiraannya sebesar 110 ribu barel per hari (bph) menjadi 5,79 juta barel per hari. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasokan minyak masih melebihi permintaan global, meskipun vaksin covid-19 diharapkan dapat mendukung pemulihan permintaan.

    "Laporan (IEA) melukiskan gambaran yang lebih pesimis daripada yang diperkirakan pelaku pasar ketika harga tinggi saat ini," kata Commerzbank.

    Data permintaan dari importir minyak terbesar dunia juga memberikan gambaran yang suram. Jumlah orang yang melakukan perjalanan di Tiongkok menjelang liburan Tahun Baru Imlek anjlok hingga 70 persen dari dua tahun lalu karena pembatasan virus korona mengekang migrasi domestik tahunan terbesar di dunia, data resmi menunjukkan.

    Penyeimbangan kembali di pasar juga bisa menghadapi hambatan jika produksi AS naik, kata analis dan pedagang. Pengebor AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam selama 12 minggu berturut-turut, penambahan terpanjang sejak Juni 2017, menurut data Baker Hughes.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id