Dow Jones Tumbang, S&P-Nasdaq Kompak Merekah

    Angga Bratadharma - 12 November 2020 07:25 WIB
    Dow Jones Tumbang, S&P-Nasdaq Kompak Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena saham teknologi mencoba untuk pulih dari kemunduran baru-baru ini, di tengah berita tentang adanya vaksin covid-19.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 12 November 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 23,29 poin atau 0,08 persen menjadi 29.397,63. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 27,13 poin atau 0,77 persen, menjadi 3.572,66. Kemudian indeks Komposit Nasdaq melonjak 232,57 poin atau 2,01 persen menjadi 11.786,43.

    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 maju, dengan sektor teknologi ditutup 2,41 persen. Sedangkan sektor material tergelincir 1,37 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Sektor teknologi telah menderita kerugian besar selama dua sesi terakhir, karena adanya berita vaksin yang menjanjikan.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    "Pengumuman pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) bahwa kandidat vaksin covid-19 Pfizer dan BioNTech memiliki tingkat kemanjuran lebih dari 90 persen adalah katalis utama untuk pasar," kata Analis Zacks Investment Research Kevin Matras, dalam sebuah catatan.

    Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai terpilihnya Joe Biden dan Kamala Harris dari Partai Demokrat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat akan berkontribusi pada upaya pemulihan perekonomian global.
     
    Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan menyampaikan optimisme itu didasarkan pada program ekonomi keduanya yang cenderung terbuka terhadap kerja sama internasional. "Hal ini juga akan membawa manfaat bagi Indonesia," katanya.
     
    Selain itu, lanjut dia, terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat memberikan harapan pada situasi perang dagang dengan Tiongkok. Menurut dia, pendekatan yang diusung oleh Biden diperkirakan berbeda dengan Presiden Trump. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Biden memungkinkan lebih mengupayakan diplomasi dalam mengatasi perang dagang.
     
    Walaupun demikian, menurut Pingkan, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian Pemerintah Indonesia terkait dengan kebijakan luar negeri Biden yang dapat diantisipasi beberapa waktu ke depan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id