2028, Tiongkok Diramal Curi Gelar AS sebagai Ekonomi Terbesar

    Angga Bratadharma - 02 Februari 2021 08:15 WIB
    2028, Tiongkok Diramal Curi Gelar AS sebagai Ekonomi Terbesar
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones



    Beijing: Tiongkok akan mengambil alih posisi sebagai ekonomi terbesar di dunia dari Amerika Serikat (AS) beberapa tahun lebih cepat dari yang diperkirakan karena pandemi virus korona. AS melaporkan minggu lalu Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020 turun 2,3 persen menjadi USD20,93 triliun.

    Sebaliknya, Tiongkok mencatat PDB meningkat sebanyak 2,3 persen pada tahun lalu menjadi 101,6 triliun yuan. Menurut data Wind Information, angka itu sekitar USD14,7 triliun, berdasarkan nilai tukar rata-rata 6,9 yuan per dolar AS. Hal tersebut menempatkan ekonomi Tiongkok hanya USD6,2 triliun di belakang AS atau turun dari USD7,1 triliun pada 2019.

     



    "Ini (divergensi pertumbuhan) konsisten dengan pandangan kami bahwa pandemi telah menjadi pukulan yang jauh lebih besar bagi ekonomi AS daripada ekonomi Tiongkok," kata Rob Subbaraman dari Nomura, dilansir dari CNBC International, Selasa, 2 Februari 2021.

    "Kami yakin dengan proyeksi pertumbuhan yang wajar, ukuran ekonomi Tiongkok dalam USD akan melampaui AS pada 2028," tuturnya.

    Subbaraman mengatakan jika mata uang Tiongkok menguat lebih lanjut menjadi sekitar 6 yuan per dolar AS, Tiongkok dapat melampaui AS dua tahun lebih awal dari yang diperkirakan yaitu pada 2026. Yuan mulai menguat terhadap dolar AS dalam enam bulan terakhir ke level yang tidak terlihat dalam lebih dari dua tahun.

    Adapun covid-19 pertama kali muncul pada akhir 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok. Dalam upaya mengendalikan virus, pihak berwenang menutup lebih dari setengah ekonomi Tiongkok pada Februari 2020 dan pengangguran perkotaan mencapai rekor tertinggi 6,2 persen di bulan itu. PDB menyusut 6,8 persen pada kuartal pertama.

    Wabah terhenti di dalam negeri setelah beberapa minggu, dan ekonomi kembali tumbuh pada kuartal kedua. Sementara itu, virus korona menyebar luas ke luar negeri dan menjadi pandemi global, yang paling parah menghantam AS. AS memiliki jumlah kematian dan infeksi covid-19 terbanyak di dunia.

    Tingkat pengangguran AS melonjak di atas 14 persen pada April dan tetap di atas 10 persen selama tiga bulan lagi. "Data PDB terbaru menunjukkan pemulihan Tiongkok menikmati momentum yang kuat menjelang akhir 2020, karena kemampuannya untuk menahan pandemi," kata Kepala Strategi Pasar Asia JPMorgan Asset Management Tai Hui.

    Dia memperkirakan membutuhkan delapan hingga 10 tahun lagi bagi PDB Tiongkok untuk mengejar PDB AS. Dirinya menambahkan pembatasan pemerintah baru menyusul adanya kasus virus korona baru di Tiongkok dalam beberapa minggu terakhir kemungkinan akan memberikan sinyal beragam pada pertumbuhan kuartal pertama.

    Sementara AS akan mendapat manfaat dari dukungan pemerintah berupa bantuan fiskal yang disahkan akhir tahun lalu. Tetapi, Tai memperingatkan, PDB hanya perbandingan yang mudah dan ketika membuat keputusan investor juga harus mempertimbangkan perbedaan dalam struktur ekonomi, pendapatan, pembangunan dan daya saing.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id