IMF Ungkap 2 Faktor Ini Ancaman Ganda untuk Pemulihan Ekonomi

    Angga Bratadharma - 16 April 2021 10:02 WIB
    IMF Ungkap 2 Faktor Ini Ancaman Ganda untuk Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    London: Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan para pembuat kebijakan dan bank sentral harus sangat selektif dengan langkah-langkah stimulus. Hal itu untuk menghindari membahayakan pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah dengan utang yang membengkak dan kerentanan keuangan yang diidentifikasi sebagai risiko yang mungkin terjadi.

    Peringatan itu muncul karena IMF tampaknya berusaha mengatur tindakan penyeimbangan yang rumit pada pertemuan musim semi minggu ini. Lembaga yang berbasis di Washington itu telah memilih AS atas pujiannya dalam memberlakukan stimulus luar biasa di tengah krisis virus korona untuk mempercepat pemulihan ekonomi global.






    Namun, IMF juga memperingatkan tentang potensi langkah-langkah tersebut karena berpotensi menyebabkan kerusakan struktural jangka panjang pada ekonomi dunia. Hal itu tentu patut diwaspadai agar pemulihan ekonomi bisa terjadi secara merata dan kuat.

    "Tidak diragukan lagi bahwa stimulus di Amerika Serikat memberikan latar belakang yang sangat baik untuk proyeksi pertumbuhan yang telah kami buat," kata Wakil Direktur Pelaksana IMF Geoffrey Okamoto, dilansir dari CNBC International, Jumat, 16 April 2021.

    "Bahwa negara harus dapat menggunakan atau memanfaatkan untuk mencoba dan melewati sisa waktu sampai mereka bisa mendapatkan semua warganya disuntik dan ekonomi mereka terbuka kembali," tambahnya.

    IMF mengatakan dalam Prospek Ekonomi Dunia bahwa ekonomi global berada di jalur untuk tumbuh enam persen di tahun ini, meningkatkan perkiraannya untuk kedua kalinya dalam tiga bulan. Itu terjadi setelah perkiraan kontraksi 3,3 persen pada 2020 dan resesi global terburuk sejak Perang Dunia II.

    Direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan prospek yang lebih cerah didukung oleh peluncuran vaksin virus korona dan langkah-langkah stimulus ekonomi, terutama di Amerika Serikat.

    Dalam sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan pemulihan ekonomi AS, paket stimulus Presiden Joe Biden sebesar USD1,9 triliun telah disahkan bulan lalu. Gedung Putih sejak itu berupaya membuat rencana infrastruktur senilai USD2 triliun sebagai prioritas legislatif pemerintahan berikutnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id