comscore

Rubel Rusia Stabil terhadap Dolar AS

Antara - 07 Juni 2022 19:15 WIB
Rubel Rusia Stabil terhadap Dolar AS
Mata uang Rusia, Rubel. Foto; AFP.
Moskow: Mata uang rubel Rusia stabil terhadap dolar AS (USD) karena pelaku pasar mengukur dampak putaran terakhir sanksi Barat terhadap Moskow dan fokus investor beralih ke perkiraan penurunan suku bunga bank sentral akhir pekan ini.

Dikutip dari Antara, Selasa, 7 Juni 2022, rubel telah stabil dalam kisaran yang relatif sempit 60,0-62,5 per USD dalam beberapa hari terakhir setelah perubahan cepat pada Mei. Analis Promsvyazbank mengatakan mata uang Rusia akan terkonsolidasi dalam kisaran 60-62 terhadap USD pada Selasa, 7 Juni 2022. Rubel telah naik 0,6 persen menjadi 64,73 terhadap euro.
Di Bursa Moskow, rubel didorong oleh kontrol modal yang diberlakukan Rusia untuk melindungi sistem keuangannya segera setelah mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari. Sanksi dan upaya Rusia untuk memenuhi kewajiban utang negara tetap menjadi fokus.

Negara-negara Uni Eropa pekan lalu menyetujui paket sanksi keenam mereka terhadap Moskow atas apa yang disebutnya sebagai operasi militer khusus di Ukraina, termasuk larangan impor untuk semua minyak mentah dan produk minyak bumi lintas laut Rusia dalam enam hingga delapan bulan.

National Settlement Depository (NSD) Rusia, yang direncanakan Moskow akan digunakan untuk melayani Eurobonds negara itu akan menangguhkan transaksi dalam euro setelah Uni Eropa menambahkan entitas tersebut ke daftar sanksinya.

Harian Vedomosti melaporkan investor belum menerima pembayaran kementerian keuangan untuk kupon Eurobonds yang jatuh tempo pada 2026 dan 2036 yang dilakukan sebelum pengabaian utama AS yang memungkinkan transaksi semacam itu berakhir bulan lalu.

Di pasar utang lokal, imbal hasil obligasi pemerintah OFZ 10-tahun mencapai 8,88 persen, terendah sejak 13 Januari karena pasar menunggu keputusan suku bunga bank sentral pada Jumat, 10 Juni 2022. Imbal hasil obligasi bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Mayoritas analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pemotongan suku bunga 100 basis poin menjadi 10 persen karena bank sentral mencoba membuat pinjaman lebih terjangkau di tengah permintaan konsumen yang lesu dan jeda inflasi.

Indeks saham Rusia jatuh. Indeks RTS dalam denominasi USD turun 1,9 persen menjadi 1.156,5 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel turun 1,8 persen pada 2.240,8 poin, mencapai titik terendah sejak 24 Mei.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id