Saham Teknologi Reli, Nasdaq Sentuh Rekor Baru

    Angga Bratadharma - 24 Juni 2020 07:35 WIB
    Saham Teknologi Reli, Nasdaq Sentuh Rekor Baru
    Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat melonjak pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dengan Nasdaq ditutup pada rekor baru. Penguatan ini didorong oleh kenaikan kuat di saham terkait teknologi. Meski demikian, pandemi covid-19 masih terus membayangi bursa saham Wall Street.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 24 Juni 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,14 poin atau 0,50 persen menjadi 26.156,10. Sedangkan S&P 500 naik 13,43 poin atau 0,43 persen menjadi 3.131,29. Indeks Komposit Nasdaq naik 74,89 poin atau 0,74 persen ke level 10.131,37.

    Kenaikan ini menandai penutupan tertinggi kedua sepanjang masa berturut-turut untuk benchmark sektor teknologi-berat dan kenaikan harian kedelapan beruntun. Adapun kondisi tersebut terjadi di tengah kasus covid-19 yang terus melonjak di Amerika Serikat.

    Saham Apple naik 2,13 persen, menyusul kenaikan 2,62 persen di sesi sebelumnya. Raksasa teknologi AS meluncurkan beberapa pembaruan besar, termasuk preview versi terbaru dari sistem operasi iPhone, iOS 14, selama virtual Worldwide Developers Conference. Saham teknologi besar lainnya termasuk Amazon dan Microsoft juga berakhir lebih tinggi.

    Sektor teknologi S&P 500 naik 0,7 persen, menjadi kelompok berkinerja terbaik. Sedangkan terkait data, Indeks Output PMI Komposit AS (Purchasing Managers) mencatat level 46,8 di Juni, naik dari 37,0 di Mei, penyedia informasi global yang berbasis di London, IHS Markit.

    Indeks Aktivitas Bisnis Layanan IHS Markit Flash AS terdaftar di posisi 46,7 pada Juni. Sedangkan PMI Manufaktur berada di angka 49,6. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi di sektor ini. Tentu diharapkan sejumlah indikator perekonomian AS bisa kembali membaik, meski sedang tertekan akibat covid-19.

    Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) segera mengucurkan pendanaan darurat untuk menangani pandemi covid-19 ke 70 negara di seluruh dunia. Juru bicara IMF Gerry Rice mengatakan saat konferensi pers secara virtual bahwa pada Jumat waktu setempat pihaknya memperkirakan jumlah negara yang menerima dana darurat menjadi 70.
     
    "Sehingga 70 negara yang didukung oleh IMF dengan pembiayaan darurat sekitar USD25 miliar. Pendanaan darurat ini sangat cepat dicairkan, negara-negara ini akan menerima uang dalam beberapa hari, tidak perlu ada syarat seperti biasanya," kata Rice.
     
    Rice menambahkan dana tersebut akan digunakan untuk membayar hal-hal terkait covid-19 seperti gaji perawat dan dokter, peralatan medis, dan peralatan medis untuk mengatasi krisis covid-19. Dia mengatakan untuk wilayah Asia dan Pasifik, tujuh negara telah menerima pembiayaan darurat dengan total sekitar USD1,5 miliar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id