Emas Dunia Digelincirkan Imbal Hasil Oligasi AS

    Antara - 22 Juli 2021 07:41 WIB
    Emas Dunia Digelincirkan Imbal Hasil Oligasi AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Chicago: Harga emas tergelincir ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Emas berbalik melemah dari kenaikan sesi sebelumnya, karena menguatnya imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan ekuitas mendorong investor beralih ke aset-aset berisiko, mengurangi daya tarik emas.

    Mengutip Antara, Kamis, 22 Juli 2021, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8 atau 0,44 persen menjadi USD1.803,40 per ons. Sehari sebelumnya, Selasa, 20 Juli, harga emas berjangka terdongkrak USD2,2 atau 0,12 persen menjadi USD1.811,40.

     



    Harga emas berjangka merosot sebanyak USD5,8 atau 0,32 persen menjadi USD1.809,20 pada Senin, 19 Juli, merosot sebanyak USD14 atau 0,77 persen menjadi USD1.815 pada Jumat, 16 Juli, dan menguat sebanyak USD4,0 atau 0,22 persen menjadi USD1.829 pada Kamis, 15 Juli.

    Lonjakan infeksi varian delta covid-19 yang menimbulkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi global terhenti, telah membebani sentimen risiko dan memicu aksi jual ekuitas pada Senin, 19 Juli, tetapi saham dan imbal hasil obligasi sejak itu pulih, meredupkan daya tarik safe-haven emas.

    “Ada napas lega dalam ekuitas, obligasi pemerintah dan minyak kembali naik. Ini adalah tanda-tanda perdagangan reflasi, yang tidak baik untuk emas," kata Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures Phillip Streible, di Chicago.

    Tetapi Streible mengatakan reflasi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kenaikan inflasi adalah positif bagi perak, platinum dan paladium yang juga digunakan untuk aplikasi industri. Imbal hasil yang lebih tinggi membebani harga emas yang tidak memberikan imbal hasil, karena meningkatkan peluang kerugian.

    “Kami kembali dalam kondisi push-pull market ini dengan beberapa faktor yang memengaruhi pasar emas secara positif dan lainnya secara negatif,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

    Kemungkinan pandangan inflasi sementara Fed terbukti benar, terutama mengingat meningkatnya kasus covid-19, adalah negatif untuk lindung nilai inflasi seperti emas, tetapi kebijakan moneter yang akomodatif dalam skenario itu akan mendukung emas, catat Meger.

    Kerugian emas juga terjadi meskipun dolar AS mundur dari level tertinggi sejak awal tahun. Namun emas dapat terus menemukan dukungan di tengah lonjakan global dalam kasus varian delta covid-19, menurut analis pasar.

    Pejabat Federal Reserve AS akan menggelar pertemuan minggu depan, sementara pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis waktu setempat.

    Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 26 sen atau 1,04 persen, menjadi USD25,255 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD10,1 atau 0,95 persen, menjadi USD1.075,30 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id