Emas Dunia Tergelincir, Ini Penyebabnya

    Antara - 07 Desember 2021 07:47 WIB
    Emas Dunia Tergelincir, Ini Penyebabnya
    Harga Emas Antam. Foto : AFP.



    Chicago: Harga emas dunia tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Emas terseret dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menguat, meskipun kenaikan inflasi dan ketidakpastian atas varian virus korona, Omicron membatasi kerugian. Sementara investor fokus pada data harga konsumen AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

    Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD4,4 atau 0,25 persen menjadi USD1.779,50  per ons. Di pasar spot, harga emas juga jatuh 0,30 persen menjadi USD1.778,09 per ons.

     



    Dolar AS yang menguat, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun AS berbalik naik. Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga. Emas juga tertekan karena pasar saham global melakukan rebound tentatif dari aksi jual minggu lalu, didorong oleh kekhawatiran atas penyebaran Omicron.

    "Emas akan tetap berada dalam lingkungan perdagangan yang berombak karena ada dorongan tarik-menarik di pasar; satu sisi, kami memiliki pasar yang mengantisipasi tapering yang lebih cepat, dan di sisi lain kami memiliki permintaan safe-haven dengan gagasan inflasi yang memanas," kata Direktur Perdagangan Logam Berjangka di High Ridge Futures, David Meger, dikutip dari Antara,  Selasa, 7 Desember 2021. 

    Data harga konsumen pada Jumat, 10 Desember 2021 akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang strategi kebijakan Federal Reserve AS.

    "Angka IHK (indeks harga konsumen) yang lebih ringan, meskipun tidak terduga, dapat mengurangi beberapa fokus terhadap kenaikan suku bunga pada 2022, sementara kelemahan tambahan di pasar saham hingga Desember juga dapat mendorong beberapa permintaan safe-haven ke emas," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

    Federal Reserve akan mengadakan pertemuan moneter pada 14 dan 15 Desember. Pedagang sedang menunggu untuk melihat bagaimana Fed akan menyesuaikan kebijakan suku bunganya terhadap inflasi. 

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 21,8 sen atau 0,97 persen menjadi USD 22,263  per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD10,2 atau 1,1 persen menjadi USD 936,40 per ons.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id