Dewan IMF Kencangkan Penyelidikan kepada Kristalina Georgieva

    Angga Bratadharma - 04 Oktober 2021 07:40 WIB
    Dewan IMF Kencangkan Penyelidikan kepada Kristalina Georgieva
    Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP



    Washington: Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) akan mengintensifkan penyelidikannya terhadap Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva minggu ini. Secara terpisah, IMF mewawancarai dia dan penyelidik yang menuduh Georgieva menekan staf Bank Dunia guna mengubah data untuk mendukung Tiongkok.

    Hal itu diungkapkan oleh orang-orang yang mengetahui pertemuan itu. "Dewan akan menanyai pengacara dari perusahaan WilmerHale tentang laporan investigasi Bank Dunia mereka," kata tiga orang yang mengetahui rencana tersebut, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 4 Oktober 2021.

     



    Sebelumnya beredar laporan yang menuduh Georgieva, sebagai CEO Bank Dunia pada 2017, menerapkan tekanan yang tidak semestinya pada staf untuk mengubah data dalam laporan Doing Business untuk menguntungkan Tiongkok. Georgieva, yang membantah keras tuduhan itu, akan muncul secara pribadi di hadapan Dewan pada Selasa waktu setempat.

    "Hal itu adalah hari dia akan menyampaikan pidato virtual tentang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 11-17 Oktober," dua sumber mengatakan.

    Wawancara yang dilakukan dapat membuktikan sangat penting baik dalam membangun maupun mengikis dukungan pemegang saham IMF untuk Georgieva. Sejauh ini, pemerintah anggota IMF yang paling berpengaruh, termasuk pemegang saham utama Amerika Serikat, telah menahan berkomentar di publik dan lebih memilih membiarkan proses peninjauan berjalan.

    Inggris pekan lalu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung transparansi dalam masalah ini. Adapun Bank Dunia menugaskan WilmerHale untuk menyelidiki penyimpangan data Doing Business yang diidentifikasi pada 2020 di mana temuannya melibatkan Georgieva.

    Penyelidikan telah dipimpin oleh mantan Jaksa AS untuk Distrik Columbia Ron Machen, yang merupakan ketua bersama praktik pertahanan dan investigasi kerah putih WilmerHale. Laporan investigasi menyatakan Georgieva dan mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menekan staf untuk memanipulasi data terkait peringkat global Tiongkok.

    Motifnya diduga membantu memenangkan dukungan Beijing untuk peningkatan modal besar yang sedang dicari oleh manajemen Bank Dunia pada saat itu. Seorang juru bicara IMF menolak untuk mengkonfirmasi pertemuan yang direncanakan. Juru bicara WilmerHale di Boston dan Washington tidak menanggapi permintaan komentar.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id