comscore

Redam Dampak Covid-19, Jepang Siap Susun Cetak Biru Paket Stimulus

Angga Bratadharma - 27 Oktober 2021 08:57 WIB
Redam Dampak Covid-19, Jepang Siap Susun Cetak Biru Paket Stimulus
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. FOTO: AFP
Tokyo: Sebuah panel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan menyusun proposal pada awal November untuk paket stimulus yang bertujuan meredam dampak ekonomi dari pandemi virus korona. Langkah itu dilakukan lantaran covid-19 telah menghantam keras aktivitas bisnis dan perekonomian.

Proposal tersebut juga akan mencakup peta jalan prioritas kebijakan jangka panjang seperti membangun rantai pasokan yang lebih kuat, mempromosikan inovasi, dan mendistribusikan kekayaan ke rumah tangga berpenghasilan rendah.
"Proposal tersebut akan mencakup beberapa langkah yang masuk ke dalam paket stimulus. Bisa juga menyentuh isu-isu terkait pajak," kata Menteri Ekonomi Jepang Daishiro Yamagiwa kepada wartawan, setelah pertemuan pertama panel tersebut, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 27 Oktober 2021.

Kishida meluncurkan panel untuk memperdebatkan cara untuk mengejar visinya tentang kapitalisme gaya baru yang akan mempersempit kesenjangan pendapatan Jepang. Dia sebelumnya telah menandai paket stimulus, yang berfokus pada bantuan rumah tangga dan perusahaan yang terkena covid-19, akan disusun pada akhir tahun dan bernilai beberapa puluh triliun yen.

Diskusi mengenai paket pengeluaran dan reformasi yang lebih luas diperkirakan meningkat setelah pemilihan majelis rendah pada 31 Oktober. Kishida berharap bisa menang besar guna mendapatkan modal politik yang cukup untuk mendorong melalui prioritas kebijakannya.

Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) mengungkapkan sistem perbankan Jepang secara luas tetap stabil di tengah pandemi covid-19 yang masih belum mereda. Meski demikian, bank sentral Jepang memperingatkan lembaga keuangan dapat menghadapi risiko termasuk dari kemungkinan peningkatan biaya kredit yang disebabkan oleh penundaan pemulihan ekonomi.
 
"Lembaga keuangan juga berisiko mengalami kerugian pada portofolio investasi sekuritas mereka jika terjadi penyesuaian pasar yang cepat," kata BoJ.
 
Dalam konteks ini, BoJ menegaskan akan tetap waspada. Adapun risiko kredit dari pinjaman luar negeri umumnya tertahan karena ekonomi luar negeri pulih secara keseluruhan. Namun demikian, ada tanda-tanda penurunan dalam beberapa portofolio yang tampaknya sangat terpengaruh oleh pandemi.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id