comscore

Wall Street Melemah, Indeks S&P 500 Jatuh 23,42 Poin

Antara - 28 Januari 2022 06:52 WIB
Wall Street Melemah, Indeks S&P 500 Jatuh 23,42 Poin
Ilustrasi. FOTO: Johannes Eisele/AFP
New York: Wall Street bergerak liar dan melemah pada penutupan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Indeks S&P 500 kembali menghindari konfirmasi koreksi pada akhir sesi yang ditandai oleh reli, aksi jual, dan pemulihan, ketika investor mencerna berita ekonomi mulai dari kerusuhan geopolitik hingga prospek Fed yang lebih hawkish.

Mengutip Antara, Jumat, 28 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 7,31 poin atau 0,02 persen menjadi 34.160,78. Indeks S&P 500 kehilangan 23,42 poin atau 0,54 persen menjadi 4.326,51. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 189,34 poin atau 1,4 persen menjadi 13.352,78.

 



Dari 11 sektor utama di Indeks S&P 500, lima sektor berakhir di zona merah, dengan saham-saham consumer discretionary atau konsumer nonprimer mengalami penurunan persentase terbesar. Ketiga indeks utama saham AS berakhir lebih rendah, setelah dikejutkan ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir, ditandai fluktuasi yang luas dan volatilitas yang meningkat.

Saham-saham berkapitalisasi kecil mengalami kesulitan, dengan indeks Russell 2000 sekarang lebih dari 20 persen di bawah rekor tertinggi 8 November, secara resmi mengkonfirmasikan bahwa indeks telah berada di pasar bearish sejak saat itu.

"Ini adalah pasar yang skizofrenia. Ada orang yang percaya segala sesuatu yang negatif telah diabaikan dan ada orang lain yang percaya bahwa yang terburuk belum datang," kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder Tim Ghriskey, di New York.

"Ini adalah periode banyak ketidakpastian, sudah seperti ini sepanjang bulan," tambah Ghriskey.

Di antara serentetan data ekonomi yang dirilis pada Kamis, 27 Januari yang terdepan data PDB kuartal keempat menunjukkan ekonomi AS pada 2021 tumbuh pada laju tercepat dalam hampir empat dekade menurut data Departemen Perdagangan.

Pernyataan FOMC

Pasar bergerak setelah rilis pernyataan FOMC pada Rabu, 26 Januari, yang mempertahankan suku bunga utama mendekati nol, dan sesi tanya jawab berikutnya Ketua Fed Jerome Powell di mana ia tampaknya meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, dimulai pada Maret.

Pasar berjangka dana federal sekarang memperkirakan hampir lima kenaikan suku bunga tahun ini setelah pernyataan Powell. Sementara itu, ketegangan geopolitik memanas, ketika Rusia terus menambah pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina dan para diplomat berebut menghindari konflik di wilayah tersebut.

Musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal keempat telah mencapai langkah penuh, dengan 145 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya. Dari jumlah tersebut, 79 persen telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus, menurut data Refinitiv.

Analis sekarang memperkirakan, secara agregat, pertumbuhan laba kuartal keempat secara tahun-ke-tahun sebesar 24,2 persen untuk S&P 500. "Angka-angka dan terutama panduannya belum begitu menginspirasi dan itulah faktor yang membatasi kenaikan sejauh minggu ini," pungkas Kepala Eksekutif Horizon Investment Services Chuck Carlson, di Hammond, Indiana.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id