Minyak Bervariasi Usai Stok AS Meningkat, Brent Naik Tipis

    Antara - 22 Januari 2021 08:01 WIB
    Minyak Bervariasi Usai Stok AS Meningkat, Brent Naik Tipis
    Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL



    New York: Harga minyak sedikit bervariasi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Data industri menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS, menghidupkan kembali kekhawatiran permintaan bahan bakar terkait pandemi, sementara harapan stimulus AS mendukung harga.

    Mengutip Antara, Jumat, 22 Januari 2021, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, naik tipis dua sen menjadi USD56,10 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret melemah 18 sen menjadi USD53,13 per barel.




    Kedua kontrak acuan menguat selama dua hari terakhir karena ekspektasi pengeluaran bantuan covid-19 besar-besaran di bawah Presiden AS yang baru Joe Biden. Rabu malam, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,6 juta barel selama pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan analis dalam jajak pendapat untuk penarikan 1,2 juta barel.

    Sementara data persediaan resmi telah ditunda dua hari hingga Jumat waktu setempat, karena libur Hari Martin Luther King Jr. pada Senin waktu setempat dan Hari Pelantikan Presiden pada Rabu waktu setempat.

    "Kami sedang dalam jeda sampai kami mendapatkan laporan persediaan. Pasar sedang menunggu untuk melihat apa yang akan kita lihat dalam persediaan besok dan stimulus selanjutnya," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.

    Di tempat lain, kepatuhan atas kesepakatan untuk memangkas produksi dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ turun pada Desember dari November. Kepatuhan mencapai 99 persen bulan lalu, dua sumber mengatakan.

    Sementara itu, meningkatnya kasus virus korona di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, menekan harga. Beijing berencana memberlakukan persyaratan pengujian virus yang ketat selama musim liburan Tahun Baru Imlek. Puluhan juta orang diperkirakan melakukan perjalanan, untuk memerangi gelombang infeksi baru yang terburuk sejak Maret 2020.

    Dalam jangka panjang Pemerintahan Biden bisa menjadi lesu untuk minyak. Di antara tindakan pertamanya sebagai presiden, Joe Biden mengumumkan kembalinya Amerika ke perjanjian iklim Paris untuk memerangi perubahan iklim dan mencabut izin untuk proyek pipa minyak Keystone XL dari Kanada.

    Pemerintah juga berkomitmen untuk mengakhiri sewa guna usaha minyak dan gas baru di tanah federal. Pasar juga mengikuti upaya-upaya AS yang diperkirakan akan memperkuat kendala nuklir pada produsen minyak Iran melalui diplomasi. Gedung Putih mengatakan AS akan mengangkat masalah ini dalam pembicaraan awal dengan mitra dan sekutu asing.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id