AS Berpotensi Labeli Taiwan sebagai Manipulator Mata Uang, Kenapa?

    Angga Bratadharma - 13 Maret 2021 12:02 WIB
    AS Berpotensi Labeli Taiwan sebagai Manipulator Mata Uang, Kenapa?
    Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP



    Taiwan: Gubernur bank sentral Taiwan Yang Chin-long mengatakan Amerika Serikat (AS) dapat melabeli Taiwan sebagai manipulator mata uang. Pasalnya, Taiwan telah memenuhi tiga kriteria utama untuk Washington membuat keputusan semacam itu.

    Yang, menjawab pertanyaan anggota parlemen di parlemen, menambahkan jika hal itu terjadi maka tidak akan terlalu serius dan tidak bakal ada kerugian langsung bagi Taiwan. Bahkan, Taiwan tidak berharap untuk tunduk pada apa yang disebut tindakan 'Bagian 301' yang mungkin mengarah pada pengenaan tarif.

     



    Yang mengatakan penting untuk berkomunikasi dengan Amerika Serikat tentang alasan kuatnya mata uang Taiwan, termasuk kebijakan pelonggaran kuantitatif AS dan dampak perang perdagangan Tiongkok-AS, yang telah meningkatkan ekspor teknologi Taiwan dan memperluas surplus perdagangannya dengan Amerika Serikat.

    Kenaikan 5,6 persen dolar Taiwan terhadap greenback tahun lalu adalah salah satu yang terkuat di Asia dan terus meningkat tahun ini didukung booming ekspor dan kebangkitan kembali ekonomi, dengan Yang melihat tanda-tanda optimisme.

    "Dolar AS baru-baru ini menguat, dan nilai tukar dolar Taiwan mendekati ekuilibrium. Ini fenomena yang bagus," katanya, dilansir dari CNBC International, Sabtu, 13 Maret 2021.

    Bank sentral Taiwan mengumumkan lonjakan besar dalam pengeluaran intervensi mata uangnya tahun lalu. Kemungkinan menempatkan pulau yang bergantung pada perdagangan itu di garis bidik Washington untuk dicap sebagai manipulator.

    Taiwan kini telah mencapai tiga kriteria yang digunakan Washington untuk melabeli suatu negara sebagai manipulator mata uang, termasuk berapa banyak yang dibelanjakannya untuk intervensi mata uang pada 2020.

    Surplus perdagangan Taiwan dengan Amerika Serikat mencapai USD29,9 miliar pada 2020, menurut data resmi, hampir USD7 miliar lebih banyak dari pada 2019. Sementara surplus neraca berjalan tahun lalu sekitar 11 persen dari PDB. Keduanya melebihi margin yang lebar dari kriteria Washington untuk melabeli suatu negara sebagai manipulator mata uang.

    Ekonomi yang berfokus pada teknologi Taiwan telah mendapatkan keuntungan dari permintaan global untuk laptop, tablet, dan peralatan lain untuk mendukung ledakan kerja dari rumah selama pandemi covid-19. Yang mengatakan mereka dapat merevisi prospek pertumbuhan tahun ini pada pertemuan kuartalan mereka Kamis depan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id