Dolar AS Menguat

    Angga Bratadharma - 15 Mei 2020 09:02 WIB
    Dolar AS Menguat
    Ilustrasi. AFP PHOTO/YASIN AKGUL
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat di akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan terjadi karena para pelaku pasar mencerna laporan terbaru tentang klaim pengangguran AS dan komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang ekonomi.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 15 Juni 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,23 persen pada 100,4796. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0782 dari USD1,0815 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2193 dari USD1,2218 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia turun menjadi USD0,6430 dibandingkan dengan USD0,6440. Dolar AS membeli 107,23 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 106,99 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9744 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9723 franc Swiss, dan turun menjadi 1,4073 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4108 dolar Kanada.

    Sementara itu, Powell mengatakan krisis covid-19 meningkatkan kekhawatiran jangka panjang, seraya memperingatkan bahwa resesi yang berkepanjangan dan pemulihan yang lemah dapat menyebabkan periode panjang pertumbuhan produktivitas yang rendah dan pendapatan yang stagnan.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor keuangan. Meski demikian, pandemi covid-19 masih menjadi sentimen negatif yang terus menekan gerak pasar saham.

    Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 377,37 poin atau 1,62 persen menjadi 23.625,34. Sedangkan S&P 500 naik 32,50 poin atau 1,15 persen dan berakhir pada 2.852,50. Indeks Komposit Nasdaq naik 80,55 poin atau 0,91 persen menjadi 8.943,72.

    Saham American Express melonjak 7,41 persen, memimpin kenaikan di Dow Jones. Saham JPMorgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing naik 4,15 persen dan 1,54 persen, juga berkontribusi terhadap kenaikan pasar saham. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor keuangan naik 2,64 persen.
     
    Sementara itu, sektor kebutuhan pokok konsumen turun 0,31 persen dan satu-satunya kelompok yang menurun. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data klaim pengangguran awal AS berjumlah 2,981 juta pada pekan yang berakhir 9 Mei, menyusul sebanyak 3,176 juta pada minggu sebelumnya.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id